Kapendam Cenderawasih : Meski Teror Penembakan Terjadi, Pergeseran Pasukan ke Nduga Tetap Dilakukan

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Muh. Aidi

SENTANI - Kapendam XVII/ Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi menegaskan bahwa meski terjadi teror penembakan terhadap anggota TNI yang melakukan pengamanan pekerjaan jembatan di Kabupaten Nduga, pihaknya tidak akan mundur dan tetap akan melakukan pergeseran pasukan ke wilayah Wamena - Mamugu

“ Pergeseran 600 pasukan TNI untuk pengamanan pembangunan jembatan akan tetap dilanjutkan. Tidak ada mundur dari TNI,” tegas Aidi menjawab pertanyaan Wartaplus.com, Jumat (8/3) pagi.

Dikatakan, pergeseran 600 personil ini akan dilakukan guna pengamanan pekerjaan 21 jembatan yang ada di Kabupaten Nduga.

“ Ada kurang lebih 21 jembatan yang akan dikerjakan, jadi negara tidak akan mundur dengan teror-teror ini demi menjamin keadilan sosial bisa terwujud di seluruh Indonesia,” ujarnya.

“ Karena dengan pembangunan jalan trans Papua ini akan membuka daerah-daerah terisolasi sehingga fasilitas seperti sekolah, puskesmas, rumah sakit dan fasilitas lainnya bisa dibangun disana dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” sambungnya.

Menurutnya, Kabupaten Nduga memiliki 32 distrik yang berjauhan dan hanya bisa dijangkau dengan transportasi udara, sehingga pembangunan jalan trans Papua harus dilanjutkan untuk menghubungkan setiap distrik.

“ Jalan trans papua adalah solusi untuk membuka daerah terisolir, meningkatkan ekonomi masyarakat dan mewujudkan sila kelima di daerah-daerah pedalaman Papua,” katanya.

Sebelumnya pada Kamis (7/3) pagi sekitar pukul 08.00 WIT terjadi kontak tembak antara 25 anggota Satgas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) dengan 50-70 anggota KKSB pimpinan Egianus Kogoya di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga yang menyebabkan 3 anggota TNI gugur dan 10 anggota KKSB tewas. Dalam kontak tembak tersebut, Satgas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) berhasil merampas 5 pucuk senjata milik KKSB.