Masyarakat Nduga Minta Pasukan Non Organik Ditarik dan Segera Bentuk Kodim

Jenazah Puranus Lokbere yang tewas terkena tembakan orang tak dikenal diarak menuju ke pemakaman/dok:Istimewa

KENEYAM, wartaplus.com - Masyarakat Kabupaten Nduga, Papua meminta seluruh pasukan non organik baik TNI maupun Polri yang bertugas di wilayah Nduga agar ditarik. Permintaan ini menyusul tewasnya seorang remaja, Puranus Lokbere (17 thn) yang ditembak oleh Orang tak Dikenal (OTK), pada Selasa (05/04).

Dihadapan Bupati, Kapolres, Dandim yang diwakili Pabung (Perwira Penghubung), ratusan masyarakat yang mengarak jenazah Puranus pada Rabu (06/04), meminta dengan tegas kepada Presiden Jokowi agar segera menarik pasukan non organik yang ada di Kabupaten Nduga.

"Dan kami minta Kodam Cenderawasih segera bentuk dan resmikan Kodim Nduga, biar mereka bisa hidup bersama kami, karena mereka (Kodim) adalah mitra pemerintah daerah," seru Elieser Tabuni, salah seorang perwakilan Tokoh Agama.

Hal senada juga disampaikan, Tokoh Pemuda, Takeos Lokbere yang meminta pasukan TNI non organik segera keluar dari Keneyam, ibukota Kabupaten Nduga.

"Kalau bisa bikin pos jangan di kota Keneyam, karena kalau ada mereka (TNI) maka TPN/OPM, masuk kejar disini, lalu TNI akan curiga terhadap masyarakat sipil, lalu tembak sembarang. Ini salah satu buktinya kematian Turanus Lokbere yang jadi korban salah tembak sasaran," kata Takeos

Tokoh Intelektual, Piter Gany, menuturkan, pasukan nor organik tidak ditarik, maka tidak akan ada pembangunan di Kabupaten Nduga, karena akan terus terjadi konflik antara pemberontak  TPN/OPM dengan pasukan TNI Polri dan masyarakat jadi korban.

"Oleh karena itu, kami minta pasukan non organik ini tarik kembali. Kalau tidak mau tarik, bangun mereka punya Pos jauh dari ibukota Keneyam dimana merupakan pusat pemerintahan dan perekonomian masyarakat," pintanya.

Menjawab tuntutan masyarakat, Pabung mewakili Dandim 1715/Yahukimo, menyampaikan turut berbelasungkawa atas meninggalnya Puranus Lokbere.

"Kami sangat menyesal dengan peristiwa yang terjadi, mari kita sama sama serahkan kepada Tuhan biarlah dia yang membalas semua yang terjadi," ucap Pabung.

Ia menyarankan, Pemerintah dan DPR serta Tokoh gereja Nduga dapat menyurat ke Panglima Kodam Cendrawasih terkait permintaan pembentukan Kodim Nduga.

Bupati Kabupaten Nduga, Wentius Nemiangge menegaskan terkait penarikan pasukan non organik dan pembentukan Kodim, dirinya sudah pernah mengutarakan hal tersebut kepada pemerintah pusat.

"Saya selaku Bupati akan koordinasi lagi dengan DPRD untuk kita menyurat ke Panglima Kodam Cendrawasih untuk pembentukan Kodim dipercepat dan pasukan non organik segera ditarik dari Nduga," ucap Bupati

Ia juga menyesalkan dan sedih dengan peristiwa penembakan terhadap warganya yang kesekian kalinya terulang.

"Masyarakat saya protes keras dan siapa yang menembak harus bertanggung jawab. Kami harus ambil sikap bahwa jangan terulang, karena kami masyarakat Nduga sama dengan yang lain. Kami lahir bukan untuk ditembak, dibantai jadi mohon hentikan tembak menembak antara pasukan TNI dengan TPN/OPM. Kalau mau saling tembak, di hutan sana, jangan didalam kota," tegas pintanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Puranus Lokbere tertembak saat tengah berada di kawasan Nogolait, Distrik Keneyam, Nduga, Selasa (05/04) malam. Saat itu korban sedang berjalan pulang bersama dua rekannya. Tetiba korban terjauh terkena tembakan, melihat hal itu, kedua rekannya langsung berlari meminta pertolongan.**