Film Pendek "Sa Rasa Ko Rasa"  Yang Menginspirasi Keberagaman dan Kebersamaan

Poster fim pendek 'Sa Rasa Ko Rasa'/Istimewa

JAYAPURA- Film pendek yang berjudul "Sa Rasa Ko Rasa" karya komunitas anak muda yakni Sa-Ko Project akan tayang perdana tepat saat peringatan hari Sumpah Pemuda (28/10) hari  ini.

Film pendek berdurasi kurang lebih 38 menit tersebut berceritakan tentang persahabatan yang berbeda suku, ras dan agama. "Film ini murni tentang persahabatan yang multi ras, multi suku dan agama. Kemudian akan ada bentrok, tetapi itu malah mempererat persahabatan karena sudah seharusnya sahabat itu merasakan apa yang sahabatnya rasakan," ujar Valentinus Agung Febriyanto selaku Sutradara & Editor serta sebagai salah satu pencetus ide film 'Sa Rasa Ko Rasa' dalam rilisnya yang diterima wartaplus.com, Senin (28/10) pagi

Agung, sapaan akrab dari sutradara dan editor tersebut menjelaskan, awal mula ide film tersebur muncul setelah berdiskusi dengan kedua rekannya. "Awalnya, saya bersama kedua rekan saya yaitu Asso Myron dan Mas Dudy berdiskusi, kita selama ini fokus pada video dan photografy tapi belum pernah membuat  film, maka ada tantangan tersendiri untuk keluar dari zona nyaman kita selama ini dan mencoba hal baru," jelasnya.

Dikesempatan yang sama, director of photography, Dudy Darmawan membeberkan siapa saja pemeran dalam film tersebut. "Dalam film itu pemeran utamanya ada 4 orang yaitu Bertho yang diperankan oleh Egen Nuboba, Arthur diperankan oleh Dadank Yepese, Santi diperankan oleh Ayu Vhino sedangkan Saddam diperankan oleh Aditya Saputra,"ujarnya.

Dudy juga mengakui banyak kendala selama proses pembuatan film baik itu dari personal maupun kendala alam. "Kendala yang ditemui oleh kami khususnya tim produksi adalah cuaca karena ada beberapa tempat yang outdoor, lalu harus memberikan arahan kepada teman-teman peran terlebih lagi pada pemeran anak-anak, itu terbilang sulit karena jujur pemeran anak-anak belum saling mengenal sebelumnya. Selanjutnya ya kendala terbesar itu adalah bagaimana kita mengumpulkan orang, meminta untuk profesional tetapi independent (tanpa bayaran) dan itu sulit karena jujur saja kami membuat film ini tanpa adanya songkongan dana dari pihak manapun," sambungnya.

Sementra itu salah satu pemeran Dadank Yepese mengaku tetap bersemangat berperan sebagai Arthur meskipun tanpa imbalan. "Sejak awal kami diberitahu bahwa project film ini tidak ada sponsor dana darimana pun jadi murni tidak ada imbalan. Tapi saya tetap ikut dan penuh semangat, karena ini suatu hal yang positif terlebih lagi di Jayapura jarang sekali ada komunitas film," akunya.

Dilanjutkan, ia dan teman-teman dalam Sa-Ko Project lebih mengutamakan karya agar dapat dinikmati oleh masyarakat luas. "Sebenarnya itu yang terpenting adalah karya. Uang atau imbalan apapun itu akan mengikuti dari belakang," lanjutnya.

Ia berharap, hadirnya film 'Sa Rasa Ko Rasa' ini dapat menjadi dorongan untuk anak-anak muda khususnya di Papua untuk melakukan banyak hal-hal positif dan menarik. "Karya dari Sa-Ko Project ini diharapkan dapat menjadi trigger untuk anak-anak muda agar terus berkarya, nikmati masa muda dengan hal-hal yang baik. Dan jangan lupa follow akun ig @sakoproject , subscribe chanel youtube Sa-Ko Project karena tepat pada hari Sumpah Pemuda nanti akan launcing film 'Sa Rasa Ko Rasa'," tutupnya.

Dalam film itu juga turut berperan Reflin Lanoh (Santhi kecil), Alfath Endriyanto (Saddam kecil), Geraldo Kailuhu (Arthur kecil), Sony Asso (Bertho kecil). Tim produksi yakni Asso Myron (Editor & kameramen), Rusdin Ardian (kameramen), Yogi Bambang, Petra dan Nandang Rumatan (Sound). *