Berita Penyerangan dan Penembakan Terhadap 7 Anggota TNI di Distrik Tingginambut Hoax

Kapolres Puncak Jaya AKBP Ary Purwanto/Humas Polres Puncak Jaya

JAYAPURA,- Ketika perhatian publik tertuju pada pembantaian warga sipil oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Yall, Kabupaten Nduga Provinsi Papua yang mengakibatkan belasan warga sipil meninggal dunia belum usai, masyarakat dikagetkan dengan informasi menyesatkan bahwa terjadi penembakan di Kabupaten Puncak Jaya dan menyebabkan 7 anggota TNI meninggal dunia.

Informasi tidak benar tersebut beredar melalui media sosial dan menyebar begitu  cepat. Dalam informasi itu tertulis bahwa terjadi penyerangan dan penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap Pos penjagaan TNI di Distrik Tingginambut yang terjadi pada hari Selasa, (4/12) di mana dalam pemberitaan tersebut tujuh personel TNI dikabarkan meninggal dunia.

Menanggapi informasi tersebut, Kapolres Puncak Jaya AKBP Ary Purwanto, mengatakan bahwa kejadian tersebut tidak benar.

"Berita penyerangan dan penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang terjadi di Pos penjagaan TNI di Distrik Tingginambut dimana dalam kejadian tersebut diberitakan 7 ( tujuh ) anggota TNI meninggal dunia ternyata tidak benar atau berita tersebut adalah berita HOAX," kata Kapolres dalam  realise yang diterima Wartaplus.com, Kamis (6/12) sore.

Ia berharap agar masyarakat tidak termakan isu tersebut dan menyebarkan pesan tersebut. “Saya harapkan kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial sehingga dapat memilah mana berita yang benar maupun mana berita yang tidak benar alias hoax," ujar Kapolres.

Ia pun mengaku bahwa saat ini masih melakukan penyelidikan terkait siapa aktor penyebar pesan Hoax tersebut.

"Polisi senentara melakukan penyelidikan terhap hal ini, jika ketahuan siapa orangnya atau pelaku pasti di proses hukum," tutupnya. *