Pengacara dan Artis Pieter Ell

Semasa Kuliah Berbagi Dengan 24 Temannya Untuk Rasakan Sekaleng Daging

Pieter Ell saat diwawancarai wartawan/Djarwo

AJANG reuni akbar lintas generasi Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih (Uncen) yang baru saja digelar di Pantai Hamadi, Sabtu (13/10), tak hanya menjadi ajang reuni biasa bagi seorang pengacara nyentrik yang kini sedang merambah profesi ke dunia perfilman, Dr. Pieter Ell, SH.

Sekitar 32 angkatan dari beberapa generasi turut ambil bagian dalam reuni akbar tersebut. Dan bagi sekelompok angkatan 90-an, ada sebuah kisah klasik yang masih membekas pada ingatan seorang Pieter Ell.

Siapa sangka, pengacara yang namanya sedang booming di kalangan artis itu pernah melalui masa-masa sulit bersama 23 orang kawannya semasa kuliah, ketika harus hidup mandiri di sebuah asrama.

Agak terdengar menggelitik memang, ketika yang terlontar dari ucapannya tentang sekaleng maling (jenis makanan instan dari daging babi, atau sejenis kornet) yang paling tak bisa dilupakan dari memori yang tersisa semasa ia mengenyam bangku kuliah dulu.

Alasannya, sekaleng maling itulah yang dijadikan sebagai pengisi perut ketika isi kantong anak kuliahan kala itu masih seharga selembar kaos oblong saat ini.

"Dulu itu kita susah sekali, isi maling yang sekaleng kecil itu kita potong tipis-tipis untuk dimakan oleh 24 orang di asrama. Hampir tiap hari kita hanya makan itu saja," ujarnya kepada wartawan saat bercerita tentang masa lalunya.

Meski begitu, ia merasa bersyukur, generasinya dulu kini telah diberkati Tuhan untuk mengemban profesi-profesi penting. Rekan kuliahnya yang 23 orang itu ada yang berhasil menjadi Bupati Sorong, Pilot dan sejumlah profesi lainnya.

"Iya, 24 orang itu hampir semua menjadi orang, mulai dari Bupati Sorong, Pilot dan beberapa profesi lainnya. Waktu itu semua tidak berstatus mahasiswa fakultas hukum saja, tapi dari fakultas lain juga yang tinggal di satu asrama," terangnya.

Ketat

Masih mengenang masa lalunya, ia bahkan bercerita tentang anak kuliahan di masa lalu dengan saat ini. Dimana menurutnya, didikan kepada mahasiswa digenerasinya tak sebebas sekarang.

"Kurikulum belajar kita dulu itu hampir sama saja dengan sekarang. Tapi didikan kita itu dulu dari dosen sangat disiplin dan ketat sekali. Jelas ada perbedaan dengan yang sekarang," tuturnya.

Ia menambahkan, diantara teman seangkatannya di fakultas hukum Uncen, salah satunya kini sedang menjabat sebagai Wakil Gubernur Provinsi Papua Barat, Mohamad Lakotani.*