Malu, Mahasiswi Ini Buang Bayi di Bak Kamar Mandi Puskesmas

Bayi yang dibuang ibunya/Istimewa

SORONG, wartaplus.com – Puskesmas Mariat, Kamis siang (16/4) geger dengan penemuan sosok bayi di dalam bak kamar mandi puskesmas tersebut. 
Saat ditemukan, bayi berjenis kelamin laki-laki ini sudah tidak bernyawa. Peristiwa memilukan ini terungkap saat, seorang pengunjung di Puskesmas Mariat, hendak buang air kecil di toilet yang ada di sudut timur belakang gedung rawat jalan.

Pengunjung tersebut kemudian terkejut ketika melihat ada sosok bayi yang  tergeletak di dalam bak air. Peristiwa itu kemudian disampaikan kepada perawat di Puskesmas, dan kemudian dilaporkan ke Polsek Aimas dan diteruskan ke Polres Sorong.

Kapolres Sorong, AKBP Robertus A.Pandiangan S.Ik MH, melalui Kasat Reskrim AKP Dodi Pratama SIK menjelaskan, dari hasil pemeriksaan awal yang dilakukan terhadap A, ibu dari bayi yang ditemukan, bahwa ia melahirkan tanpa bantuan siapapun, termasuk tenaga medis yang ada di Puskesmas.

“Sebenarnya dia datang ke Puskesmas itu diantar ibunya. Tapi ibunya A ini juga tidak tahu kalau anaknya hamil. Dia diantar ke puskesmas katanya mau periksa kesehatan, karena haidnya tidak lancar,” ujar Dodi Pratama.

Hingga usia kehamilannya yang sudah menginjak 7 bulan, A yang baru berusia 18 tahun ini masih merahasiakan kondisi itu kepada orang tuanya. Ketika di Puskesmas, A pamit mau ke toilet untuk buang air. Tanpa sepengetahuan ibunya maupun para pengunjung dan petugas medis Puskesmas, ternyata A melahirkan bayi di dalam toilet itu.

Selain bayi yang sudah tergeletak di dalam bak air, tali pusar bayi itu dibuang di lubang saluran air pembuangan. Darah sisa melahirkan juga terlihat tercecer di dalam ruang toilet itu. 

Dari pemeriksaan yang dilakukan anggota INAFIS (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System) di lokasi kejadian, berhasil diketahui siapa ibu kandung dari mayat bayi itu. 

“Kami jemput ibu bayi itu di rumahnya, dan sekarang masih dalam perawatan di salah satu rumah sakit di Sorong, karena kondisi fisiknya yang masih lemah,” kata Dodi.

Dari pengakuan A, bayi yang baru dilahirkan itu adalah akibat dari hubungan diluar nikah dengan pacarnya. Dia nekat membuang bayi itu ke bak air toilet Puskesmas, karena malu. Proses kelahiran bayi itu, kata A, butuh waktu sekitar 30 menit, mulai pukul 10.15 WIT.

Dijelaskan Dodi polisi masih akan mendalami kasus tersebut, apakah bayi itu sengaja dibunuh ketika sudah lahir dalam keadaan hidup, atau memang dilahirkan sudah dalam keadaan meninggal dunia.  “Jika memang ada unsur kesengajaan membunuh, pasalnya adalah 341 KUHP,” tandasnya.

Sementara terkait bapak biologis dari bayi itu, polisi masih melakukan pendalaman. Pacar A yang disebut-sebut sebagai bapak dari bayi itu, sudah tiga bulan ini berada di Jakarta. Hubungan asmara dengan pacarnya itu, kata A, sudah berjalan selama satu tahun.

Untuk ayah biologis dari bayi ini, kata Dodi, ada kemungkinan terjerat kasus persetubuhan anak di bawah umur. Sebab, dilihat dari usia A yang saat ini baru menginjak 18 tahun, praktis persetubuhan itu dilakukan ketika usia A masih 17 tahun. “Kita hitung mundur ke belakang dari usia kehamilannya yang saat melahirkan kemarin, yang baru berumur 7 bulan,” terang Dodi.*