BMKG Jayapura Imbau Warga Waspada Gempa dan Tsunami

Kepala BMKG wilayah V Jayapura, Petrus Demon Sili/ Andy

JAYAPURA – Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah V Jayapura mengimbau masyarakat yang berada di daerah rawan gempa agar mewaspadai gempa dan tsunami yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Tercatat di Provinsi Papua terdapat 5 kabupaten yang masuk dalam daerah rawan bencana gempa dan tsunami.

“Ada beberapa kabupaten yang menjadi daerah rawan gempa, yakni, Kabupaten Sarmi, Biak, Serui, Nabire, dan Jayapura, jadi warga yang berada di daerah ini kita himbau untuk selalu waspada apabila terjadi gempa dan harus bisa mengevakuasi diri,” kata Kepala BMKG wilayah V Jayapura, Petrus Demon Sili, kepada Wartaplus.com, di Kota Jayapura.

Petrus menjelaskan bahwa kabupaten-kabupaten ini masuk daerah rawan gempa dan tsunami karena lokasinya berada di daerah datar dan berbatasan langsung dengan laut pasifik.

“ Saya contohkan di Kabupaten Sarmi, disitu tidak ada dataran tinggi yang dekat dengan pemukiman penduduk, sehingga untuk menyelamatkan diri jika terjadi bencana maka membutuhkan waktu yang cukup lama, jadi ini harus di waspadai oleh masyarakat,” jelasnya.

“ Wilayah-wilayah ini tidak hanya berpotensi menerima tsunami lokal, namun juga bisa menerima tsunami regional seperti yang terjadi di Jepang tahun 2011 lalu, tapi dampaknya bisa sampai di Jayapura,” tambahnya.

Dikatakan, untuk menghindari korban jika terjadi bencana, BMKG wilayah V Jayapura bekerjasama dengan pemerintah kabupaten melakukan sosailisasi dan simulasi bencana terhadap masyarakat.

“ Kita bekerjasama dengan pemerintah melakukan pelatihan kepada masyarakat, supaya masyarakat bisa menyelamatkan diri melalui evakuasi mandiri jika terjadi bencana,”katanya.

Untuk diketahui bahwa pada Jumat (19/10) siang terjadi gempa dengan kekuatan 5,7 Skala Richer di Kabupaten Sarmi dan pada Minggu (21/10) dini hari gempa 4,5 Skala Richer kembali mengguncang Kabupaten Jayapura.