Mediasi Keluarga Korban Penembakan Rusuh Wamena dan Pemerintah Berlangsung Aman Lancar

Ribuan massa yang menghadiri mediasi penyelesaian masalah secara adat/Istimewa

WAMENA, wartaplus.com -  Proses mediasi antara masyarakat dan keluarga korban penembakan rusuh Wamena dengan pemerintah dari empat Kabupaten wilayah Pegunungan Papua, berlangsung aman dan lancar.

Mediasi dalam rangka penyelesaian masalah secara adat budaya masyarakat pegunungan Papua ini, berlangsung di lapangan pendidikan, jalan D.I Panjaitan, Distrik Wamena, Kabupaten Jayawijaya Selasa (28/02) siang.


Dipimpin Didimus Yahuli selaku Ketua Asosiasi Bupati se-Pegunungan Papua dan dihadiri Penjabat Gubernur Povinsi Papua Pegunungan, unsur Forkopimda dari empat Kabupaten yaitu Kabupaten Jayawijaya, Lanny Jaya, Nduga beserta para Tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh agama.


Acara mediasi diikuti sekira 3.000 massa dengan pengawalan ketat aparat keamanan.


Didimus Yahuli dihadapan massa menyampaikan semua aspirasi yang disampaikan oleh pihak keluarga korban akan diterima, dan proses hukum dalam kasus ini sedang berjalan.


"Aspirasi yang disampaikan nantinya akan kami bahas bersama perwakilan dari setiap daerah," ungkap Didimus yang juga menjabat sebagai Bupati Yahukimo.

Lebih lanjut diungkapkannya, bahwa masalah akan diselesaikan secara budaya dan hukum yang berlaku dan proses budaya dapat selesaikan dengan dibantu oleh para bupati sesuai dengan tuntutan keluarga.

Sementara itu, Nikolaus Kondomo SH. MH Selaku PJ Gubernur Papua Pegunungan mengajak untuk mendoakan para korban yang meninggal dunia dalam kerusuhan.

"Saya dengan para pejabat hadir disini untuk mendengarkan aspirasi dari keluarga korban peristiwa kerusuhan kemarin," ungkapnya.


Keluarga Minta Denda Adat

Namatus Gwijangge selaku perwakilan DPR Kabupaten Nduga menegaskan penyelesaian masalah diselesaikan dengan cara dua jalur, yaitu jalur hukum dan jalur adat. Demikian pula halnya perwakilan keluarga korban meminta denda dan ganti rugi, serta proses adat maupun hukum tetap berjalan.

"Sehingga jika benar pelakunya aparat keamanan TNI Polri maka segera diproses hukum," tegasnya.

Sementara itu,  Dandim 1702/Jwy Letkol Cpn Athenius Murip menyampaikan ucapan terima kasih karena acara mediasi berlangsung dengan aman dan lancar. Dimana masing-masing pihak dapat menyampaikan aspirasinya, termasuk pihak keluarga korban.

"Masyarakat yang mengikuti pertemuan kembali ke rumah masing-masing dalam keadaan aman dan tertib. Terima kasih kepada seluruh masyarakat dan Para Tokoh," ucap Dandim Athenius.

"Mari kita jaga wilayah ini dengan baik, sehingga tetap aman dan damai," ajaknya.

Dandim menambahkan, saat ini situasi kota Wamena aman kondusif.

"Terkait adanya berita situasi  Wamena lumpuh itu tidak benar, itu Hoax," tegas Dandim.

Seperti diketahui, kerusuhan pecah di Sinakma pada Kamis (23/02) lalu dipicu isu penculikan anak. Sebanyak 11 nyawa melayang dalam peristiwa ini, 9 diantaranya akibat terkena tembakan peluru, sedangkan 2 lainnya akibat terkena bacokan dan panah.
23 orang terluka, sebagian adalah aparat keamanan yang terkena panah dan lemparan batu massa yang anarkis.


Belasan rumah dan kios juga dibakar massa dalam perisitiwa rusuh tersebut.
Saat ini sebanyak lebih dari 1.000 warga mengungsi di Makodim dan juga Polres Jayawijaya.**