Dandim Jayawijaya: Isu Pengerahan Massa Bawa Sajam di Pertemuan Penyelesaian Rusuh Wamena Hoaks

Dandim 1702/Jwy Letkol Cpn Athenius Murip saat menghadiri pertemuan dengan keluarga korban rusuh Wamena/Penrem172

WAMENA, wartaplus.com - Dandim 1702/Jyw Letkol Cpn Athenius Murip memastikan isu adanya pengerahan massa dari luar Wamena dengan wajib membawa senjata tajam seperti parang, tombak dan panah saat menghadiri pertemuan keluarga dengan pemerintah daerah dari tiga kabupaten, Selasa (28/02) besok adalah hoaks.


Penegasan ini disampaikan Athenius menyikapi isu yang beredar luas di media sosial dan grup Whatsaap tersebut.


"Isu akan akan ada pengerahan massa besok, itu adalah hoaks. Tidak ada pemerintah, tokoh adat, tokoh masyarakat terutama keluarga korban yang bersepakat  penyelesaian masalah dengan alat tajam," tegasnya kepada wartawan, Senin pagi.

Bagi masyarakat keluarga korban yang ingin menghadiri pertemuan dipersilahkan, namun tidak diperkenankan membawa sajak ke dalam tempat pertemuan hadir di acara pertemuan

"Saya Dandim Jayawijaya bersama Dansatgas Yonif 142/TWEJ siap membantu Kepolisian dalam mengamankan kondusifitas di wilayah teritorial Jayawijaya," tegasnya lagi.

Untuk mengantisipasi masuknya masyarakat dari luar Wamena dengan membawa sajam, ungkap Dandim pihaknya akan membantu Kepolisian untuk melakukan pengamana dan razia di sejumlah titik yang menjadi pintu masuk ke Wamena.
"Kami akan memasang baliho imbauan tidak membawa alat tajam di setiap pintu masuk ke Wamena," jelasnya.


"Kami juga terus berikan imbauan kepada masyarakat agar memberitahukan kepada keluarganya yang berasal dari luar Wamena untuk tidak masuk membawa alat tajam," jelasnya lagi.

Dandim menambahkan, untuk perkembangan situasi pasca kejadian rusuh dan juga adanya pembacokan oleh OTK pada minggu malam, situasi kondisi di Wamena masih rawan kondusif. **