Gubernur Waterpauw Panen Sayur Bayam Serta Menyemai Bibit Cabai dan Pepaya

Penjabat Gubernur Papua Barat, Komjen (P) Drs. Paulus Waterpauw, M.Si memanen bayam di lahanPanen perdana sayur bayam di lahan Dinas Lingkungan Hidup di Pertanahan Kebun Lahan Sumber Pangan Provinsi Papua Barat/Roberth

MANOKWARI,wartaplus.com - Lahan pangan Susweni yang menjadi kebun percontohan untuk pangan lokal mulai membuahkan hasil. Hari ini, Jumat 2 Desember 2022, Penjabat Gubernur Papua Barat, Komjen (P) Drs. Paulus Waterpauw, M.Si mulai memanen bayam, salah satu sayuran yang ditanam. Selain itu Gubernur Waterpauw mensemaikan bibit pepaya dan lombok dari Institut Pertanian Bogor

Gubernur Waterpauw menjelaskan konsep tumbuhan yang ditanam di lahan pangan Susweni dapat juga diterapkan di sekeliling rumah dengan menggunakan pot.


“Sayuran ini tetap akan tumbuh dan membuahkan hasil. Tinggi sayuran hanya setengahmeter. Ini juga bisa diterapkan di rumah dengan pot saja,” katanya.

Ia menjelaskan belajar dari daerah, misalnya New Zealand, terdapat ribuan hektare lahan terbuka dan masyarakat setempat hanya menanam rumput untuk makanan domba dan sapi.

“Saya bermimpi, suatu saat nanti Papua Barat bisa seperti itu. Ini semua diawali dengan semangat OPD dan staf yang diberikan tanggung jawab masing-masing. Hasilnya, saat ini mulai tumbuh. Setiap Jumat, usai olahraga, kita tanam, kembali ke kebun dan panen. Sudah ada bayam yang panen,” jelasnya.

Ke depan, dirinya akan melibatkan para ahli untuk membuat lahan tersebut menjadi lahan percontohan hingga laboratorium hidup dan dapat digunakan untuk pembelajaran mulai dari anak usia dini.

“Unipa dan para ahli dari balai akan membahas ini, dengan kearifan yang kita punya dan dapat dimanfaatkan baik. Ini masih tradisional. Namun dengan semangat yang ada, maka akan menjadi baik,” katanya.

Dia juga berharap kepada masyarakat yang memiliki tanah terlantar dan dibiarkan, agar bisa dimanfaatkan dengan baik. “Pemerintah akan membantu bibitnya. Menteri Pertanian sudah menyanggupi hal itu. Perlu apa, akan dibantu hingga bantuan peralatan modern bisa didapatkan,” jelasnya.*