Sekolah Alkitab Mulia Tamatkan 18 Siswa Penginjil di Tanah Papua

Para Wisudawan berfoto bersama Pengurus Sekolah Alkitab Mulia usai acara wisuda, Rabu (3/6)/dok.Humas Puncak Jaya

MULIAwartaplus.com - Sekolah Alkitab Mulia di Kabupaten Puncak Jaya menggelar kegiatan wisuda untuk 18 siswa/i bertempat di Halaman Sekolah Alkitab Mulia, Rabu (03/06) kemarin.

Tema kegiata  wisuda "Jikalau kamu tetap di dalam Firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku (Yoh. 8:31-32)

Turut hadir mewakili Pemda Puncak Jaya Kepala Dinas DPMK Yahya Wonerengga, Kabag Sumda Polres Puja Kompol Martin Luther, Danramil Mulia, Kapten Inf. Harapan, Sekertaris DPRD Daud T. Wendamily, SH, Ketua KPU Darinus Wonda, Ketua Klasis GIDI Yalu Pdt. Teri Eliba, S.Th, Ketua Klasis GIDI Gurage Pdt. Yomiles Tabuni, S.Th, Wakil Ketua Klasis GIDI Mulia Pdt. Telius Wonda, S.Th, serta Pimpinan Denominasi Gereja se-kota Mulia.

Kendati sempat diguyur rintik hujan sejak pagi, namun tidak mengurangi semangat dan sukacita para wisudawan maupun tamu yang hadir

Dalam Khotbahnya Pdt. Teri Eliba berpesan kepada wisudawan agar menerima Kristus artinya hidup yang benar-benar dikendalikan oleh Tuhan. 

"Hidup kita sudah tidak milik kita lagi, namun sudah menjadi milik Tuhan dan sepenuhnya dikendalikan oleh Dia" ucap pdt. Teri Eliba seperti dikutip dari rilis Humas Pemkab Puncak Jaya.

Dalam kotbahnya dirinya juga berpesan kepada seluruh siswa/i yang ditamatkan untuk optimis dan konsisten menjadi penginjil tangguh di tengah kehidupan bermasyarakat. 

"Kalian adalah alat bagi Tuhan yang akan diutus ditengah tengah serigala, jangan takut kepada siapa yang akan membinasakan tubuhmu tapi takutlah jika engkau menyayangi tubuh dan tidak melakukan pekerjaan-Nya (menginjili)," pesannya

Dalam laporannya, Pimpinan sekolah Alkitab Mulia, Pdt. Enar Wonda, S.Th menguraikan bahwa sudah banyak alumni Sekolah Alkitab yang didirikan sejak 1963 itu,  menjadi penginjil/tokoh GIDI di Papua bahkan penginjil di luar Papua. "Sampai di tahun 2020 ini, lulusan sekolah Alkitab Mulia mencapai 1.256 orang dan tersebar di seluruh pelayan GIDI,"urainya.

Dia berharap ke depan, sekolah Alkitab ini mencetak tenaga - tenaga pekerja Injil dan penyebaran injil terus diperluaskan diladang GIDI pada khususnya dan gereja gereja pada umumnya

Selaku Kepala Sekolah, Enar Wonda  berharap para siswa/i yang telah ditamatkan harus siap dalam perjalanan yang sesungguhnya.

"Harus siap menginplementasikan apa yang telah di terima selama pendidikan kepada orang lain (penginjilan)," pesannya lagi

Amalkan Firman Tuhan

Dalam sambutannya Pdt. Yonas Enumbi selaku Wakil Ketua GIDI Wilayah Yamo meminta seluruh masyarakat yang hadir menerima dan mendengarkan serta mengikuti setiap ajaran Firman yang disampaikan agar menjadi berkat bagi masyarakat.

"Kepada para orang tua dan keluarga yang ditamatkan pada hari ini, jangan jadikan ini sebagai sebuah tradisi dimana anda sekedar mengantar mereka masuk lalu datang menjemputnya ketika sudah selesai tanpa ada kesan apa-apa. Ketika siswa/i telah selesai dari tempat ini, apa yang disampaikan harus kita dengar dan ikut melakukannya " katanya

"Jangan dianggap bahwa dia (alumni) ini, keluarga saya, adik atau teman saya lalu tidak menghiraukan (berita injil dan nasehat) mereka bagi kita. Pandangan yang ada selama ini tersebut harus kita ubah" pesan Pendeta Yonas.

Sukacita

Kepala Dinas DPMK Yahya Wonerengga dalam sambutannya mewakili Bupati Puncak Jaya ikut menyampaikan ungkapan sukacita dan selamat kepada 18 siswa/i yang ditamatkan. 

"Saya mewakili pemerintah menyampaikan selamat sukses kepada para siswa/i yang telah menyelesaikan pendidikannya pada hari ini, pendidikan bukanlah hal mudah yang harus ditempuh dengan tenaga, waktu dan pengorbanan," ujarnya

Menurutnya, pendidikan boleh selesai namun Penginjilan belum selesai sampai disini. Sehingga diharapkan setelah selesai dari sini menjadi Pioner/pelopor dan pelanjut Kristus dalam memberitakan Injil

Yahya menambahkan bahwa kondisi saat ini yang dimana hampir seluruh pelosok tanah air bahkan dunia sedang mengalami masa krisis pandemi Covid-19 yang menjadi tantangan besar.

Selaku Pemerintah Daerah Puncak Jaya pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat dan tokoh gereja bersatu dan bersama pemerintah ikut mendoakan agar wabah ini segera berlalu.(Adv)