Inilah Catatan Keberhasilan TNI-Polri dalam Mengatasi KKB di Timika

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw dan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen Herman Asaribab /Istimewa

JAYAPURA,wartaplus.com  – Upaya tim gabungan dalam melakukan penegakan hukum terhadap kelompok kriminal bersenjata di Timika Papua sejauh ini dibilang cukup membawa keberhasilan.

Hal itu diungkapkan Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw saat menggelar press confrens di Timika, Kamis (16/4) sore.

Menurut Kapolda dari upaya yang dilakukan tercatat keberhasilan dalam penegakan hukum terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB) diantaranya penggerebekan di  camp milik KKB pimpinan Seltius waker dan Gunung Botak, dimana dalam aksi penggerebekan itu pihaknya berhasil menembak mati lima orang pentolan KKB serta mengamankan barang bkti senjata api laras panjang hasil rampasan pada 2014 silam di Pos Pol Kulirik Puncak Jaya.

“Dalam penggerebakan pada 9 dan 10 Aprli lalu kami berhasil menembak mati lima roang pentolan KKB lantaran melakukan perlawanan, selain itu kami juga amankan beberapa orang serta berang bukti hasil kejahatan,” ujarnya, Kamis (16/5) sore.

Ia pun memaparkan satu dari lima orang yang ditembak mati yakni Tandi Kogoya memiliki catatan kriminal cukup banyak bahkan yang bersangkutan ( Tandi Kogioya Red) diketahui merupakan Komandan Bataliyon Kogap 8 Kemabu Intan Jaya.

 “Dia (Tandi red) baru bebas pada 18 Agustus 2019 setelah ditangkap pada 15 April 2018 di Nabire . usai bebas pun tandi  terlibat beberapa kasus penembakan di Intan Jaya yang menewakan tukang ojek dan aparat kemanan disana,” cetusnya.

Sementara satu pentolan KKB Indius Sambom alias Ivan Sambom yang diamankan, menurut Kapolda diketahui merupakan mata-mata sekaligus komandan Logistik TPN OPM di Timika. Bahkan Dari hasil penyelidikan ditemukan fakta bahwa Indius Sambom alias Ivan Sambom juga mengaku sebagai komandan Logistik TPN OPM, hal ini sesuai dan dari keterangannya ivan memberikan fasilitas tempat tinggal dan bahan makanan terhadap kelompok Abubakar Kogoya.

Lanjut Kapolda selain mata-mata dan komandan Logistik TPN OPM, juga Ivan Sambom merangkap sebagai pegawai secuirty PT. Freeport, dimana dalam aksi penembakan beberapa waktu lalu  di Kuala Kencana yang menewaskan satu WNA, Ivan berperan penting dalam memberikan informasi kepada Abubakar Kogoya.

“Ia mengaku menyebutkan beberapa kali memberikan informasi kepada Lekagak Telenggen, Militer Murib, Abubakar Kogoya, Yunus Kobogau terkait informasi pergeseran pasukan maupun melaporkan update situasi posisi aparat keamanan,  bahkan Abubakar Kogoya dan kelompoknya merupakan oknum TPN-OPM yang ikut terlibat atas penyerangan di Kuala Kencana sehingga menyebabkan 1 (satu) orang WNA meninggal dunia serta 2 (dua) orang karyawan lainnya mengalami luka serius,” terangnya.

Sejauh keberhasilan yang diraih aparat  gabungan dalam penindakan terhadap KKB, pihaknya pun berhasil menyita barag bukti antara lain satu pucuk senjata SS1V1 perampasan dari Pos Pol Kulirik Puncak Jaya, tanggal 4 Januari 2014, Satu pucuk senjata Ar 15 hasil rampasan dari Polsek Pirime Lanny Jaya, tanggal 27 November 2012, satu pucuk AK47 hasil perampasan dari pos pol Kulirik Puncak Jaya, tanggal 4 Januari 2014, satu air sofghan, satu pucuk senjata rakitan, dua buah magasen, ratusan butir amunisi, 20 unit,  dua HT, tiga bendara bintang kejora, busur dan anak panah, serta senjata tajam.

Kapolda menegaskan aparat gabungan TNI-Polri akan terus melakukan penegakan hukum terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pada masyarakat yang ada di Tanah Papua.*