Edukasi Lingkungan Melalui Film Hutan Perempuan, Imaji Papua Goes to Community

Pemutara film dokumenter Tonotwiyat (Hutan Perempuan) mengangkat kisah tentang kehidupan kaum perempuan di Kampung Enggros Jayapura di Rumah Bakau Entrop/Aprilia

JAYAPURA,wartaplus.com-Film Dokumenter Tonotwiyat (Hutan Perempuan) mengangkat kisah tentang kehidupan kaum perempuan di Kampung Enggros Jayapura, yang berjuang hidup dengan mencari kerang di hutan bakau yang dijuluki sebagai hutan perempuan. Film berdurasi 92 menit ini menyorot tentang pencemaran sampah di kawasan hutan bakau yang dikhususkan bagi kaum perempuan. Diproduksi oleh komunitas Imaji Papua, film Hutan Perempuan menjadi media advokasi terhadap lingkungan.

“Saya ingin mengajak penonton untuk melihat secara komprehensif, bahwa isu lingkungan terkadang tidak berdiri sendiri sebagai isu lingkungan tetapi ada isu lain yang melekat erat, dalam hal ini kearifan lokal,” terang Yulika Anastasia Indrawati sutradara film Hutan Perempuan (16/2)

Lebih lanjut Yulika mengatakan saat ini pihaknya mempunyai program nonton bareng dan diskusi film Hutan Perempuan bekerja sama dengan beberapa komunitas di Jayapura diantaranya Rumah Bakau dan Indonesia Art Movement.

“Diskusi film bertujuan agar pesan-pesan lingkungan sampai kepada penontonnya dan diharapkan mampu mendorong gerakan nyata penyelematan lingkungan dengan memperhatikan nilai - nilai kearifan-lokalnya,”ujarnya.

Antuasias anak-anak menonton film dokumenter Hutan Perempuan di Rumah Bakau/Istimewa

Setelah berhasil mengadakan nobar di Rumah Bakau, Entrop, Jayapura pada Sabtu malam (15/2), selanjutnya Imaji Papua berencana mengadakan nobar bersama komunitas mahasiswa, komunitas pelajar dan nobar di Kampung Enggros.

“Pemutaran di Kampung Enggros, kami sudah berkoordinasi dengan Kepala Kampung Enggros, untuk waktunya nanti dari pihak kampung yang tetapkan. Kami menyesuaikan,” kata Yulika.Lebih lanjut Yulika mengungkapkan dalam waktu dekat Film Hutan Perempuan direncanakan akan diputar di Rumah Budaya Indonesia di Berlin, Jerman.

Film dokumenter Tonotwiyat (Hutan Perempuan) sendiri pada tahun 2019 telah mendapatkan penghargaan Special Mention pada Festival Film Dokumenter Jogja dan nominasi Festival Film Indonesia 2019.*