Ini Topik yang Dibahas Dalam Pertemuan Tahunan Pemerintah Indonesia dan PNG

Pertemuan tahunan pemerintah Indonesia dan PNG di Jayapura, Rabu (16/10)/Andi Riri

JAYAPURA - Pemerintah Provinsi Papua melalui Badan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri menggelar Pertemuan Bilateral Border Liaison Officer Meeting antara Pemerintah Indonesia delegasi Provinsi Papua dengan Pemerintah West Sepik Province dan Western Province, Papua New Guinea (PNG)

Pertemuan tahunan ini berlangsung di salah satu hotel di Jayapura, Rabu (16/10).

"Forum Bilateral ini merupakan pertemuan yang sangat penting, dalam rangka tukar menukar informasi, permasalahan dan mendiskusikan isu-isu yang terjadi serta rencana pembangunan di kawasan perbatasan Rl-PNG, " ungkap Gubernur Papua, Lukas Enembe dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Bidang Pemerintahan Sekda Provinsi Papua, Doren Wakerkwa

Berbagai topik dibahas dalam pertemuan ini diantaranya terkait pilar batas, tuntutan ganti rugi hak ulayat, pemeliharaan pillar batas, penertiban penggunaan dokumen perjalanan, melapor di pos yang telah ditentukan baik di laut maupun darat. 'Serta perlu adanya penertiban aktivitas perdagangan illegal di netral zone, penertiban jam kerja di pos lintas batas, masaIah status kewarganegaraan ganda, pembangunan infrastruktur pos lintas batas, jalan penghubung antar negara dan lain-lain," papar Doren

Menurutnya, dalam pertemuan ini perlu dipadukan pola pikir dan pola tindak yang sinergis dan serius, agar dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kesejahteran masyarakat perbatasan dan Masyarakat Republik Indonesia, serta meningkatkan hubungan bilateral bagi kedua negara ini

"Dalam Pertemuan Border Liaison Officer Meeting (BLOM) RI-PNG kali ini, saya harapkan agar hasil dari pembahasan agenda yang telah disepakati dan dibahas pada pertemuan ini dapat ditindaklanjuti dalam program dan kegiatan pembangunan di kawasan perbatasan kedua negara, "harapnya.**