Pentingnya Sentra Kekayaan Intelektual pada Perguruan Tinggi Dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Oleh: YDW Susi Irianti

Dosen Fakultas Hukum Uncen

Peran Perguruan Tinggi sangat penting selain sebagai pendidikan dan pendampingan, serta sebagai penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat. Perguruan Tinggi memiliki fungsi untuk meningkatkan nilai tambah para peserta didik, menghasilkan sumber daya manusia yang terdidik dan terdidik dibidang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, sehingga dapat menghasilkan Kekayaan Intelektual.

Oleh karena itu Perguruan Tinggi harus terus mengembangkan dan menyebar luaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan sumber penghasil Kekayaan Intelektual (KI), melalui berbagai kegiatan penelitian dan inovasi yang dilakukan Perguruan Tinggi untuk meningkatkan peran serta civitas akademiknya dalam mendukung bantuan lembaga dan memberikan manfaat signifikan bagi keuangan masyarakat, selain itu partisipasi Perguruan Tinggi terhadap KI, mendorong peningkatan memerlukan KI di Perguruan Tinggi diperlukan peran aktif dari pihak mulai tidak pimpinan, dosen dan mahasiswa, lebih lanjut komitmen lembaganya untuk memfasilitasi proses penerimaan KI atas berbagai potensi yang dibutuhkan Perguruan Tinggi tersebut.

Pembentukan dan penguatan sentra Kekayaan Intelektual itu telah diamanahkan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan dan Penerapan Teknologi. Perlindungan Kekayaan Intelektual (KI) sebagai perlindungan terhadap Kekayaan Intelektual, Persetujuan harus didukung, difasilitasi dan dipermudah oleh semua pihak. Penemuan Teknologi, desainer dan pencipta memberikan hak khusus untuk mengkomersialkan hasil kreatifitasnya. 

Dalam menjalankan Revolusi Industri 4.0, proses transisi dan inventarisasi yang terkait dengan teknologi informasi, dimulai di Perguruan Tinggi, hal ini dapat digunakan sebagai referensi dan evaluasi kegiatan pendidikan yang mendukung, penelitian, pengabdian masyarakat dan pengembangan lainnya.

Dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0, maka KI akan menjadi "benteng" negara industri maju terkait dengan teknologi pada revolusi industri 4.0, teknologi manufaktur sudah masuk pada tren otomatisasi dan koneksi data. Hal tersebut meliputi sistem cyber Fisik, internet of things (IoT), komputasi awan, dan komputasi kognitif.

Tren ini telah mengubah banyak bidang manusia, termasuk ekonomi, dunia kerja, bahkan gaya hidup manusia itu sendiri. Singkatnya, revolusi 4. 0 menanamkan teknologi cerdas yang dapat dihubungkan dengan berbagai bidang kehidupan manusia. Oleh sebab itu maka Peran Sentra KI di Perguruan Tinggi sangat penting untuk memfasilitasi permohonan KI yang diproduksi oleh dosen, mahasiswa, dalam bidang penemuan teknologi (Paten), sehingga menyebabkan Paten di Perguruan Tinggi sangat sulit, hal itu menyebabkan Sentra KI di Perguruan Tinggi tersebut belum memudahkan dalam hal pendaftaran, pembiayaan dengan baik.

Sebenarnya hasil temuan dalam bidang teknologi sudah ada tetapi peneliti masih bingung bagaimana cara melindungi hasil temuannya dibidang teknologi (Paten) dan cara mendukungnya. Oleh karena itu Peran Sentra KI pada Perguruan Tinggi sangat penting dan Perguruan Tinggi ini harus mendukung pembentukannya Sentra KI juga memfasilitasi dan menyediakan konstribusi dana agar Sentra KI ini dapat menjalankan tugas dan mengaktifkannya dengan baik.

Dengan menambah Kekayaan Intelektual pada Perguruan Tinggi ini maka akan membantu meningkatkan nilai akreditasi Perguruan Tinggi tersebut.

Benteng

Dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0, maka KI akan menjadi “benteng” negara industri maju karena berhubungan dengan teknologi pada revolusi industri 4.0, teknologi manufaktur sudah masuk pada tren otomatisasi dan pertukaran data. Hal tersebut mencakup sistem cyber fisik, internet of things (IoT), komputasi awan, dan komputasi kognitif. Tren ini telah mengubah banyak bidang kehidupan manusia, termasuk ekonomi, dunia kerja, bahkan gaya hidup manusia itu sendiri. Singkatnya, revolusi 4.0  menanamkan teknologi cerdas yang dapat  terhubung dengan berbagai bidang kehidupan manusia. Oleh sebab itu maka Peran Sentra KI pada Perguruan Tinggi sangat penting untuk memfasilitasi perolehan KI yang dihasilkan oleh dosen maupun mahasiswa, terlebih dalam bidang penemuan teknologi (Paten), mengapa perolehan Paten di Perguruan Tinggi sangat kurang, hal itu disebabkan karena Sentra KI pada Perguruan Tinggi tersebut belum memfasilitasi dalam hal pendaftaran, pembiayaan maupun perlindungan.

Sebenarnya hasil temuan dalam bidang teknologi sudah ada tetapi peneliti masih bingung bagaimana cara melindungi hasil temuannya dibidang teknologi (Paten) dan cara mendaftarkannya. Oleh karena itu Peran Sentra KI pada Perguruan Tinggi sangat penting dan Perguruan Tinggi tersebut harus mendukung terbentuknya Sentra KI maupun memfasilitasi dan memberikan konstribusi dana agar  Sentra KI tersebut bisa menjalankan tugas dan fungsinya secara baik. Dengan banyaknya perolehan Kekayaan Intelektual pada Perguruan Tinggi tersebut maka akan membantu meningkatkan nilai akreditasi Perguruan Tinggi tersebut.

Kita bisa melihat tantangan global KI di Papua, antara lain Penemuan dibidang Teknologi yang belum tercakup dalam perlindungan yang baik, di mana para mahasiswa, dosen dan juga masyarakat yang ada di Papua yang telah menghasilkan KI baik di bidang hak Cipta (karya-karya buku, hasil penelitian dll), Merek dan Indikasi Geografis, Paten, Desain Industri, Desain Tata Letak Sirkut Terpadu, Rahasia Dagang dan Perlindungan Varietas Tanaman perlu dilindungi. Hal tersebut tidak boleh disetujui tetapi perlu dikaji sebagai informasi dan pengetahuan merupakan Kekayaan Intelektual (kekayaan intelektual) yang memiliki nilai-nilai moral (nilai moral), dan juga memiliki nilai ekonomi (nilai ekonomi).*