Band Black Brothers Tidak Terima Royalti Karena Tidak Terdaftar di Kemenkumham

Pembukaan roadshow multi event Kemenkumham Papua Barat di Sorong/Ola

SORONG-Band legendaris kebanggan masyarakat Papua, Black Brothers ternyata tidak terdaftar di Kemenkumham. Hal ini disampaikan, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Papua Barat, Anthonius. M Ayorbaba, SH., MH saat memberikan sambutan pada eoad show layanan hukum untuk industri kreatif Papua Barat di Kota Sorong, Papua Barat, Sabtu (16/3).

"Industri kreatif di Papua Barat sangat unik karena berbasis budaya. Sehingga Kemenkumham berkewajiban memberikan sosialisasi mengenai kekayaan intelektual dan badan hukum bagi Industri kreatif di Papua Barat. Oleh karena itu, Kami mengambil topik Papua Barat berinovasi menuju revolusi industri 4.0," ujar Ayorbaba.

Ditambahkan olehnya sesuai hasil kajian dan evaluasi bahwa Industri kreatif muncul dari pribadi, kelompok dan seniman atau musisi dengan berbagai kemampuan budaya masih belum mendapati perlindungan hukum terutama dalam perlindungan kekayaan intelektual.

"Contoh, Black Brother. Lagunya dikenal seluruh lapisan masyarakat dan menjadi legenda bahkan di daur ulang, tapi sayang pihak keluarga tidak mendapatkan hak royalti karena perusahaan yang menaungi tidak mendaftarkan hak kekayaan intelektual atau tidak memiliki legalitas di Kemekunham," terang Ayorbaba.

Ayorbaba berharap dengan terobosan baru dari Kemenkumham yang melakukan kegiatan diluar kebiasaan dapat mewujudkan kehadiran negara bagu masyarakat.

Kegiatan road show dihadiri oleh puluhan UMKM wilayah Sorong juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Papua Barat, Mohammad Lakotani, Kepala BNN Papua Barat dan perwakilan Pemerintah Kota Sorong. [Ola]

 

 

Pembukaan roadshow multi event Kemenkumham Papua Barat di Sorong