Mengarah Pidana

Permintaan Maaf Reportase.com Terhadap Pieter Ell di Media Diinventarisir Selama 60 Hari

Surat somasi DR Pieter Ell S.H, M.H. kepada media Reportasepapua.com/Cholid

JAYAPURA,-Terkait tindak lanjut somasi yang diberikan  DR Pieter Ell  S,H. M,H dan Associates terhadap Pimpinan Redaksi Media Online Reportasepapua.com, Selasa (9/10) lalu, Pieter Elk masih akan mempertimbangkan langkah selanjutnya. Mengingat somasi yang diberikan memiliki jangka waktu 60 hari kedepan terhitung somasi tersebut dikeluarkan.

"Kita masih lihat langkah selanjutnya, mengingat ini masalah nama baik serta reputasi yang sudah dibangun belasan tahun,"ungkap Dr Pieter Ell SH ketika ditemui dalam reuni Akbar Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih Sabtu (13/10) siang.

Pengacara dan artis ini pun menuturkan terkait 60 hari somasi untuk penyampaian permohonan maaf melalui media lokal maupun masional, sejauh ini masih dalam inventarisir.

"Kita masih inventarisir sudah naik di media mana saja dan itu bukan hanya lokal, nasional pun harus. Ini adalah masalah reputasi saya dan nama baik. Seakan-akan saya ada maupun keterlibatan dalam kejadian yang memakan korban jiwa itu,"tegasnya.

Terkait dengan langkah selanjutnya mengingat media tersebut tidak memiliki badan hukum pers juga tak terdaftar di Dewan Pers, kata Pieter nanti dilihat dulu kedepannya dan itu pasti mengarah ke pidana .

"Langkah kedepan kami akan lihat dan ini masuk dalam ranah pidana mengingat mereka tidak memiliki legalitas badan hukum resmi dan itu sudah masuk dalam pidana,"ujarnya yang mengaku juga sudah melihat tayangan pemberitaan  yang sama di SCTV perihal namanya yang dibawa-bawa dalam pamflet.

Somasi

Sebelumnya Pieter Ell dan Associates resmi mengajukan somasi terhadap pimpinan redaksi media online Reportasepapua.com, Selasa (9/10) lalu.

Somasi  yang ditandatangani DR  Pieter Ell S.H, M.H. David Saumakil S.H, Ivone Tetjuari S.H, H Rahman Ramli S.H dan Lardin S.H ini dilakukan, karena dalam pemberitaan tanggal 2 Oktober 2018 dengan judul “Kerusuhan di Pegunungan Bintang, Dua Polisi Luka dan 5 Rumah di Bakar”.

Dimana media Reportasepapua.com, memuat gambar orang berdemo dan membawa tulisan “PITERELL DAN ROMBONGANNYA KEMBALI DARI PESAWAT”.

Menurutnya, pemuatan foto bertuliskan PITER ELL DAN ROMBONGANNYA KEMBALI DARI PESAWAT” seakan-akan dirinya ( DR. Pieter Ell, SH., M,H) berada di dalam pesawat.

"Foto itu seolah saya ini ada dalam pesawat, sementara pada saat yang sama saya berada di Makassar untuk menyelesaikan studi. Jadi jelas bahwa foto ini merupakan kebohongan,”ujar Pieter Ell.

Permintaan Maaf

Pimpinan Redaksi Reportasepapua.com Riyanto Nae pun menindaklanjuti somasi yang diterima. 

Berita dan foto pada tanggal 2 Oktober soal konflik di Oksibil telah diturunkan oleh redaksinya dan mengganti dengan berita hak jawab dari pengacara DR. Pieter Ell SH, MH dan Associates sesuai dengan Somasi yang dikirim ke redaksi. 

"Kami atas nama redaksi memohon maaf kepada DR. Pieter Ell SH, MH dan Associates, sehingga kedepan redaksi reportasepapua akan lebih berhati - hati dalam melakukan lam melakukan koreksi dan verifikasi suatu berita,"ungkapnya dalam rilis, Rabu (10/10) siang.*