Panglima TNI Tegaskan Soal Penyelesaian Masalah Keamanan di Papua Tetap Mengedepankan Soft Approach

Panglima TNI,Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit saat tiba di Makodam Cenderawasih/pendam17

JAYAPURA, wartaplus.com - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Makodam XVII/Cenderawasih dalam rangka memberikan pengarahan kepada Prajurit dan PNS TNI Polri yang berada di wilayah Papua, Jumat (08/12) pagi.

Hadir dalam pengarahan, Pangdam XVII/Cenderawasih, Kapolda Papua, Danlantamal X Jayapura,  Danlanud Silas Papare, para Komandan Satuan TNI Polri di wilayah Papua, Prajurit dan PNS TNI Polri, serta Ibu-ibu Persit.

Dihadapan para Dansat TNI Polri, Panglima TNI dan Kapolri menegaskan akan pentingnya pendekatan Soft Power atau secara persuasif dalam setiap penyelesaian permasalahan Papua.

Demikian pula saat memberikan pengarahan kepada 1.411 orang Prajurit dan PNS TNI Polri di Lapangan Paving Blok Makodam,  Panglima TNI menyampaikan bahwa perlu meningkatkan sinergitas antara TNI Polri dalam menjaga keamanan di Papua, baik dalam rangka Pemilu, maupun dalam penyelesaian permasalahan lainnya.

Khusus untuk penanganan Kelompok Separatis Teroris (KST) atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Panglima TNI menegaskan, tetap menggunakan soft approach atau pendekatan lunak.

"TNI tetap menggunakan soft approach atau mengedepankan operasi teritorial dengan intelijen. Namun tentunya kita juga akan menggunakan hard approach, itu tindakan yang terakhir apabila si kombatan (KST atau KKB) itu menggunakan senjata, maka kita juga akan lawan dengan senjata," tegas Panglima TNI kepada wartawan.

Meski begitu, ungkap Panglima, tindakan itu tentunya tidak diharapkan. Karena tujuan kita dalam operasi teritorial yaitu membantu pemerintah dalam upaya mempercepat pembangunan di wilayah Papua.

"Kalau kita lihat bahwa Papua ini diberikan anggaran yang sangat tinggi, tetapi masih ada kesenjangan sosial di masyarakat Papua. Nah, keberadaan TNI di Papua adalah untuk membantu program-program pemerintah. Tujuannya untuk mensejahterakan masyarakat Papua, tentunya TNI berkolaborasi dengan instansi lain seperti Polri dan kementerian atau lembaga yang terkait," urainya.

Sementara itu Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit berharap, sinergitas  Polri dengan TNI bersama seluruh stakeholder di Papua harus tetap terjaga,

"Kita memiliki tugas yang sama untuk mengawal dan mengamankan tahapan Pemilu sehingga semuanya bisa berjalan aman dan lancar. Termasuk menjaga keamanan di tanah Papua," ucapnya.

"Terpenting adalah menjaga persatuan dan kesatuan sehingga ke depan apa yang menjadi tujuan nasional, apa yang menjadi cita-cita bangsa semuanya bisa berjalan dengan aman, lancar, dan sesuai harapan rakyat," tegas Kapolri.



Pada kegiatan arahan, Panglima TNI dan Kapolri memberikan penghargaan kepada Para Prajurit dan PNS TNI Polri yang berprestasi dan putra-putri dari Prajurit dan PNS TNI Polri yang berprestasi.

Usai giat Di Kodam, kedua pimpinan tertinggi TNI Polri bergerak menuju Mako Lantamal X Jayapura. Disana keduanya menghadiri kegiatan Bakti Kesehatan berupa pelayanan dan pengobatan kesehatan bagi masyarakat, serta acara Deklarasi Komitmen Bersama Pemilu Damai Papua 2024 bersama Komponen masyarakat Papua dalam rangka mewujudkan Pemilu 2024 di Papua yang aman, tentram, damai dan berjalan dengan lancar.

Mengakhiri kegiatan, Panglima TNI dan Kapolri juga melepas rombongan Babin Tripatra (Babinsa, Babinpotmar, Babinpotdirga, dan Babinkamtibmas) yang membawa tali asih berupa bingkisan Natal dan paket Sembako untuk masyarakat.**