Mafindo dan KPID Papua Gelar Tular Nalar 3.0 Sekolah Kebangsaan Bagi Pemilih Pemula

Ketua KPID Papua Christine Rusni Abaidata sebagai narasumber dalam sharing session tentang hoax/Istimewa

JAYAPURA,wartaplus.com - Hoax atau berita bohong itu bukanlah Rumor ataupun April mob. Hoax atau berita bohong itu adalah lnformasi yang sesungguhnya tidak benar, tetapi dibuat seolah-olah benar adanya. Tujuan dari Hoax itu adalah untuk membuat masyarakat atau kita setiap pribadi merasa tidak aman, tidak nyaman dan kebingungan. Ini diungkapkan Ketua KPID Papua, Christine Rusni Abaidata sebagai narasumber dalam sharing session tentang hoax, Rabu (1/11/2023) siang di SMA Muhammadiya bagi kelas 11 dan 12 yang juga dihadiri Koord PIC Tular Nalar, Dr. Nahria dan Ketua Bawaslu Kota Jayapura

Bahaya Hoax itu bukan hanya menguasai orang dewasa tetapi juga pada remaja bahkan sampai ke anak-anak.

Diungkapkan, dalam sebuah studi di University California San Fransisco, para psikolog sepakat bahwa hoax itu bisa memberikan dampak buruk pada kesehatan mental, seperti rasa tidak aman, tidak nyaman dan menimbulkan kecemasan bahkan sampai kekerasan.

Itulah tujuan dilakukannya penyebaran Hoax yg terlalu sering bahkan setiap hari dapat kita temukan di berbagai media sosial seperti Facebook, WhatsApp, YouTube, Twitter sampai ke TikTok.

Dikatakan, sebenarnya sangat mudah untuk memastikan bahwa informasi ini benar atau hanya hoax. Bagi yg suka sekali berselancar di medsos yaitu judulnya saja sudah provokatif, sumber informasinya tidak jelas atau tidak dapat dipercaya.

"Cermati alamat situsnya, mengklaim namun tanpa dukungan fakta dan bahkan penggunaan foto atau video yg tidak akurat. Contoh beberapa waktu lalu di kota Jayapura dihebohkan dengan video dan informasi yang mengatakan ada buaya yg muncul di pantai Hamadi. Ternyata video buaya yang nongol itu entah berasal dari dunia antah berantah yang mana,"ujarnya.

Nah, untuk itulah adik-asik SMA ini bahkan masyarakat untuk dapat memastikan sebuah kebenaran berita atau informasi maka nonton dan dengarkan langsung dari siaran televisi ataupun siaran radio.

"Kenapa berita di televisi dan radio itu dapat dipercaya informasinya atau beritanya? Karena setiap informasi setiap berita yang telah ditayangkan di televisi ataupun radio dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Ada proses dan prosedur sebelum ditayangkan atau disiarkan atau diinformasikan ke publik. Karena ada aturan atau undang-undang jelas mengikat yang mengatur tentang tata cara penyelenggaraan penyiaran. Tujuan dari Penyiaran sesuai amanat UU RI No 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran bahwa Penyiaran itu sebagai kegiatan komunikasi massa sebagai media informasi yang benar, memberi pendidikan serta menyajikan hiburan yang sehat dan menjadi alat kontrol dan perekat sosial,"ungkapnya.

Maka setiap berita atau informasi maupun program acara yang ditayangkan di dua lembaga penyiaran ini baik televisi ataupun radio dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan ada yang lembaga negara independen yang mengawasinya yaitu Komisi Penyiaran Indonesia yg berada di pusat berkedudukan di Jakarta dan di Tingkat Daerah (KPID) yg berkedudukan di ibukota Provinsi.

Tidak Baik

Sedangkan pada media sosial itu belum ada aturan yang jelas, sehingga setiap pelaku yang tidak punya rasa tanggung jawab dan mentalnya tidak bagus, karena sangat suka sekali menciptakan berita-berira bohongatau hoax ini untuk tujuan dan alasan yang tentunya sangat tidak baik.

"Akibatnya hoax itu dapat membuat masyarakat saling curiga, saling membenci antar kelompok tertentu bahkan dapat menyusahkan dan menyakiti secara fisik orang yang tidak bersalah.
Melihat akibat dari hoax yang sangat berbahaya ini diharapkan kepada adik-adik pelajar khususnya para pemilih pemula yang sedang mengikuti kegiatan ini dan juga kepada masyarakat pada umumnya agar bisa menjadi penerima yg cerdas dari manfaat sebuah informasi. Kadang ada yg menyampaikan begini, Ibu soalnya kalau informasi yang kita dapat itu ditayangkannya di TV lama, kitong sdh dapat di medsos dulu. Itulah Kebenaran tentang sebuah berita ataupun informasi yang benar memang selalu datangnya terlambat. Kenapa? Karena harus diperjelas terlebih dahulu kebenaran dari sebuah Informasi atau berita yg didapat atau yang didengar sehingga dapat dipertanggung jawabkan saat ditayangkan atau dipublikasikan atau disiarkan kepada masyarakat oleh lembaga-lembaga penyiaran tv dan radio, "ungkapnya.

Tolak Hoax

Ketua KPID Christin Rusni pun mengajak masyarakat untuk tegas menolak Hoax dengan mulai memilah lalu memilih informasi yan baik setelah dipastikan bahwa berita itu benar dan baik barulah dapat menyebarluaskan atau membagikannya ke pengguna medsos lainnya.

"Pada dasarnya pengguna medsos lebih suka menggunakan dengan cara berpikir yang merupakan aktifitas otak yang turun ke perasaan akhirnya ada yang berpikir positif dan ada yang negatif namun berita dan informasi yang beredar cepat bagai Tsunami. Mari gunakan nalar kita mencerna berita atau informasi yang masuk akal atau tidak, maka kita telah belajar bertanggung jawab pada sebuah keputusan sikap positif yg dimulai harus dari diri sendiri. Sehingga keputusan yang baik akan informasi  informasi yang baik, benar dan bertanggung jawab dapat kita tularkan kepada orang lain juga,"ujar Ketua KPID yang juga  meninta para pemilih pemula dalam Pemilu mendatang menggunakan suaranya secara bertanggungjawab.*