HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » GENERAL » WWF Sosialisasi Larangan Penggunaan Cenderawasih Sebagai Aksesori Kepada Siswa SD
Ratusan siswa antusias mengikuti sosialisasi dari WWF tentang larangan penggunaan cenderawasih sebagai aksesori dan gaya hidup ramah lingkungan, Kamis (20/7)/Istimewa

WWF Sosialisasi Larangan Penggunaan Cenderawasih Sebagai Aksesori Kepada Siswa SD

JAYAPURA,- Menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur Papua terkait Larangan Penggunaan Burung Cenderawasih Asli sebagai aksesori dan cinderamata, WWF Indonesia bekerjasama dengan salah satu sekolah  yang telah mendapat predikat  sebagai Sekolah Adiwiyata di tingkat Nasional yaitu SD Negeri Kotaraja, menyosialisasikan pelarangan tersebut, dan penerapan gaya hidup ramah lingkungan bagi siswa.

Ratusan siswa antusias mengikuti sosialisasi dari WWF tentang larangan penggunaan cenderawasih sebagai aksesori dan gaya hidup ramah lingkungan, Kamis (20/7)/Istimewa
Ratusan siswa antusias mengikuti sosialisasi dari WWF tentang larangan penggunaan cenderawasih sebagai aksesori dan gaya hidup ramah lingkungan, Kamis (20/7)/Istimewa

Education Sustainable Development Officer WWF Indonesia Papua Program, Balndina Isabella Patty menjelaskan, pengenalan lingkungan harus dimulai dari usia dini. Karena ke depan anak-anaklah sebagai penerus  yang akan menjadi ujung tombak  dari pelestarian alam di Tanah Papua.

“Pengenalan akan status Cenderawasih sebagai species endemik yang dilindungi oleh undang-undang juga  harus diinformasikan kepada anak-anak usia dini dengan harapan mereka akan menjadi agen-agen perubahan yang akan merubah pola pikir atau perilaku-perilaku dari orang-orang tidak memiliki kepedulian terhadap pelestarian cenderawasih,” katanya melalui rilis yang diterima wartaplus.com, Kamis (20/7).

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Negri Kotaraja, Sesminanci, menyampaikan, sebagai pendidik pihaknya memiliki misi harus dapat mengubah perilaku siswa menjadi siswa yang berwawasan lingkungan dan berbudaya serta menjunjung tingi kearifan lokal melalui pendidikan karakter.

“Papua memiliki sumberdaya alam dan keanekaragaman hayati yang sangat luar biasa, untuk mengelola kekayaan alam di Tanah Papua dibutuhkan sumberdaya manusia yang sadar akan pelestarian lingkungan. Untuk itu kami mencoba dari hal-hal kecil untuk memberikan informasi kepada anak didik kami, karena dengan hal kecil itu ia akan tumbuh berkembang menjadi anak yang cerdas, berwawasan lingkungan dan berbudaya,” jelasnya.

Pada sosialisasi yang disampaikan oleh Tim WWF  terkait Pelestarian Burung Cendrawasih di Tanah Papua dan  Gaya Hidup Ramah Lingkungan tersebut diikuti sekitar 120  Siswa –siswi perwakilan Kelas IV-VI dan kurang lebih 15 guru memadati ruangan aula.

Sementara materi yang disampaikan yakni, generasi muda di Tanah Papua diharuskan  memiliki rasa peduli akan pelestarian Cenderawasih, dengan perkenalan gambar  habitat dan beberapa jenis burung cenderawasih yang ada di Papua. Dan juga penegasan kembali terkait isi Undang –Undang Negara No 5 tahun 1990; B. PP No. 7 tahun 1999; C. PP No. 8 tahun 1999 mengenai status perlindungan burung cenderawasih  dan ketentuan hukuman bagi yang melanggar isi dari Undang –Undang tersebut. [Aka]

Check Also

Polisi Bekuk Dua Pengedar Sabu di Timika

JAYAPURA,–Dua pengedar narkotika jenis sabu berinisial IS (22) dan N alias Acok (22) berhasil dibekuk ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *