HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » NEWSPLUS » Wapres JK: Tunjangan Sudah Besar, Guru Tak Boleh Bolos

Wapres JK: Tunjangan Sudah Besar, Guru Tak Boleh Bolos

 

Wartaplus. Wakil Presiden (Wapres) Jususf Kalla (JK) ingin aktivitas guru dalam proses belajar mengajar diawasi secara ketat untuk memastikan para murid mendapat pendidikan yang terbaik.

Hal tersebut dikatakan JK dalam sambutannya di acara Peresmian JK e-Panrita Center di Kantor Dinas Pendidikan Pemprov Sulsel, Makassar, kemarin.

“Guru, rata-rata hanya di sekolah selama jam belajar mengajar. Meski kecil kemungkinan berbuat curang dalam hal mengajar, bukan berarti boleh luput dari pengawasan. Mengawasi juga bukan perkara mudah. Tapi, kalau Go-Jek saja bisa memantau ratusan ribu pengemudi, masa kita 15 ribu saja tidak bisa,” katanya.

Menurutnya, pengawasan ini perlu dilakukan. Sebab, tanpa guru yang baik, tidak akan ada murid berprestasi.

“Pemerintah hanya ingin kualitas pendidikan terus meningkat dan memastikan sistem yang telah disusun berjalan dengan baik. Saya juga yakin semua guru memiliki pendidikan yang relatif sama. Yang dibutuhkan adalah kultur belajar, kejujuran, agar pendidikan makin tinggi,” ujarnya.

Oleh karena itu, JK berharap para tenaga pengajar dan guru memiliki kesadaran untuk meningkatkan disiplin dan kinerjanya dalam mendidik murid di sekolah. Terlebih, kata dia, pemerintah telah memberikan tunjangan yang lebih baik, sehingga guru wajib untuk meningkatkan pengabdiannya.

“Guru menerima tunjangan yang lebih baik dengan PNS lainnya. Pemerintah telah memberikan tunjangan yang baik kepada guru. Maka guru harus berikan prestasi yang lebih baik karena sudah diperlakukan dengan baik. Disiplin guru harus jadi bagian yang sangat penting. Kalau guru tepat waktu murid akan tepat waktu, kalau guru terlambat, bolos, juga akan diikuti oleh murid,” kata dia.

Menurut JK, pemerintah telah menganggarkan sekitar 20 persen dari total APBN atau sekitar Rp 400 triliun untuk sektor pendidikan. Alokasi tersebut, lebih besar jika dibandingkan sektor pertahanan dan keamanan.

“Secara umum, kami punya anggaran yang cukup. Maka sewajarnya pendidik, dan guru, memiliki peningkatan pengabdiannya. Sekarang kesejahteraan sudah membaik. Maka guru harus fokus. Guru harus datang lebih dulu dari pada muridnya,” ujar dia.

Pada kesempatan itu, JK mengklaim kualitas pendidikan di Sulawesi Selatan saat ini telah mengalami kemajuan, jika dibandingkan dengan kondisi beberapa tahun belakangan. Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan pendidikan di daerah yang merupakan tempat kelahirannya itu, adalah kualitas sistem pengajaran para guru di berbagai jenjang pendidikan, dalam mendidik siswa-siswi mereka.

“Sekarang suasana pendidikan di seluruh Sulawesi Selatan luar biasa. Di sini sudah banyak jenis pendidikan sehingga menjadikan Makassar sebagai center pendidikan di Indonesia timur, sama dengan Yogyakarta, Malang, dan Bandung di Jawa,” ujarnya. RM

Check Also

JK Cerita Sodorin Anies Ke Prabowo

Wartaplus. Di tengah ribut-ribut soal mahar politik, Wapres JK membela Prabowo Subianto. JK menegaskan, sepengetahuannya, Ketum ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *