HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » NEWSPLUS » Usik Kehidupan Pesantren,  Kebijakan Menteri Muhadjir Lebih Kejam Dari Penjajah

Usik Kehidupan Pesantren,  Kebijakan Menteri Muhadjir Lebih Kejam Dari Penjajah

 

Wartaplus. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menentang keras kebijakan Mendikbud Muhadjir Effendy terkait full day school. PKB menilai kebijakan tersebut lebih buruk dibanding dengan kebijakan sekolah semasa zaman kolonial Belanda.

Kritikan keras tersebut disampaikan Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar pada wartawan di Jakarta, kemarin. Menurunya, pada masa kolonial, Belanda tidak berani menyentuh masyarakat pesantren, termasuk sistem pendidikannya.

“Belanda saja kalau bikin kebijakan tentang sekolah atau madrasah, tidak berani berhadapan dengan apa yang menjadi tradisi dan perilaku di pesantren atau madrasah pada umumnya,” katanya.

Cak Imin berpendapat, seharusnya Mendikbud tidak perlu menyeregamkan sistem pendidikan di Tanah Air. Karena kebijakan full day school hanya akan mereduksi pendidikan agama dan karakter bagi putra-putri bangsa Indonesia.

“Menteri Pendidikan kok hari ini bikin kebijakan penyeragaman madrasah (dengan sekolah biasa) dalam full day school. Itu artinya tanpa fakta lapangan yang diketahui dengan jelas, tidak berdasar analisis, hanya berdasar asumsi bahwa full day school itu bisa mengatasi pendidikan agama dan karakter,” tegasnya.

Padahal, kata Cak Imim, pendidikan di madrasah atau pesantren justru mengisi kekosongan penanaman pendidikan agama dan karakter di tengah masyarakat. “Jangan diseragamkan dengan sekolah negeri, Jakarta boleh (seragam), tapi yang lain jangan. Dengan cara itu (sistem pendidikan di pesantren), maka madrasah yang sudah berabad-abad ada di negara ini mampu menjaga pembangunan karakter bangsa ini,” ujarnya.

Bahkan Cak Imin menyebut, selama ini sekolah-sekolah negeri kekurangan guru dalam konteks agama dan pendidikan karakter. Ia menganggap kebijakan full day school tidak realistis untuk diterapkan. Karena masih ada kekurangan yang ada dalam sekolah-sekolah saat ini, yang harus dibenahi dan diperhatikan oleh Mendikbud.

“Jangan cuma lihat banyak tawuran antarsekolah, itu cuma sekolah-sekolah yang selama ini tidak bersentuhan dengan agama, harusnya itu yang digarap, jangan rusak yang sudah berjalan baik,” ungkapnya.

Karena itu, ia menolak dengan tegas Peraturan Menteri Pendidikan dan Budaya (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2017 yang mendasari full day school ini. Menurutnya, kebijakan ini tidak berdasar data dan fakta yang ada, melainkan hanya berdasar asumsi belaka.

“Karena itu, PKB, NU, dan semua komponen pesantren menolak full day school karena tidak menghargai kerja keras tanpa topangan negara selama ini,” tandasnya. RM

Check Also

JK Cerita Sodorin Anies Ke Prabowo

Wartaplus. Di tengah ribut-ribut soal mahar politik, Wapres JK membela Prabowo Subianto. JK menegaskan, sepengetahuannya, Ketum ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *