HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » HAI PAPUA » Tim Koalisi Pasangan Mario Siap Dukung dan Sukseskan PSU Pilkada Bupati Jayapura

Tim Koalisi Pasangan Mario Siap Dukung dan Sukseskan PSU Pilkada Bupati Jayapura

SENTANI,- Ketua Tim Avokasi Pasangan Calon Bupati Jayapura Mathius Awoitau-Giri Wijayantoro (Mairo),  Alosius Yanuaring menyatakan siap mendukung dan menyukseskan pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Bupati Jayapura pada tanggal 9 Agusutus 2017 mendatang.

Bahkan Tim Mario juga telah menyiapkan sejumlah saksi yang akan ditempatkan di 229 TPS  dan juga tenaga pendamping hukum sebanyak 40 orang untuk mendampingi semua TPS yang nantinya melaksanakan PSU.

“Kita siapkan ini, untuk menyukseskan PSU di Kabupaten Jayapura. Harapan kami partisipasi masyarakat dapat menggunakan hak pilih pada 9 Agustus nanti, dan tim pendampingan hukum Mario akan memantau setiap tahapan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), mulai dari tahapan persiapan logistik, dan juga tahapan-tahapan yang lain di setiap TPS,” kata Alosius Yanuaring, kepada wartawan di Sentani, Rabu (2/8).

Apabila ada pelanggaran-pelanggaran terjadi dalam PSU ini baik itu pelanggaran pidana maupun administrasi, kata Yanuaring, pihaknya akan membuat laporan dan melaporkanya kepada pihak yang berawajib yakni Gakkumdu, Kepolisian dan KPU. “Kami harap pihak Gakumdu akan bekerjasama dengan kami, sehingga penegakan hukum benar-benar terjadi di Kabupaten Jayapura pada pelasanaan PSU nanti,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPP Partai Nasdem Bidang Hukum dan HAM yang juga Ketua Badan Adcokasi Hukum DPP Partai Nasdem, Taufik Ashari mengatakan, bahwa pelaksanakan PSU di Kabupaten Jayapura ini menjadi perhatian khusus Dewan Pimpinan Pusat  Partai Nasdem dan terus memantau serta mengawal proses PSU ini.

“Kemarin kita sudah melakukan satu konsolidasi dan  kita sekarang sudah memiliki tim advokasi yang siap bekerja mengawal proses PSU di kabupaten ini. Selain itu, kita sudah menginstruksikan pada tim untuk bersama-sama kita mengawasi poses pelaksanaan PSU itu, kita juga berharap kepada penyelanggaran baik itu KPU Provinsi Papua dan Bawasalu Provinsi Papua  dalam menyelenggarakan PSU ini bisa bekerja secara profesional, netral dan benar-benar bisa mewujudkan satu pelaksanaan PSU yang lancar, aman dan demokratis,” tuturnya.

Lebih lanjut kata Ashari, pihaknya juga mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh penyelenggaran sesuai dengan keputusanya. Oleh karena itu kami menghimbau kepada seluruh peserta Pilkada Kabupaten Jayapura untuk bersama-sama mensukseskan proses PSU ini.

“Kita sudah pernah melewati satu proses pemungutan suara hingga pelaksanaan pleno, namun ada upaya-upaya untuk menggagalkan yang pada akhirnya terpaska kita haru melaksanakan PSU yang tentunya memakan energi dan memakan biaya yang besar. oleh karena itu, jangan sampai energi yang sudah kita keluarkan ini menjadi sia-saia karena tidak didukung oleh semua pihak maupun seluruh pasangan calon,” katanya.

Asahari menghimbau  semua peserta pilkada hendaknya menggunakan cara-cara sesuai dengan kententuan hukum, etika, moral demkorasi dan tidak menggunakan cara-cara yang tidak benar dalam rangka menghadapi PSU ini, dan kami mengajak semua pihak untuk bekerjasam sama menyukseskan PSU tersebut.

“Dalam PSU ini kita membutuhkan kerjasama yang baik meskipun kita harus saling berhadapan sebagai peserta pilkada, sehingga berjalan dengan baik. Kerjasama ini juga dalam bentuk komitmen bersama untuk menggunakan cara-cara yang demokratis, tidak saling menjatuhkan dengan cara-cara yang kotor, tidak beretika kalau kita menyayangi masyarakat dan kabupaten ini. Dan marilah kita ikuti segala prosedur, mekanisme, tahapan dengan baik tanpa harus mencari jalan-jalan yang lain di luar dari pada ketentuan yang berlaku,” ucapnya.

Ia mengatakan, pihaknya telah meminta kepada semua Tim Koalisi Jayapura Baru pasangan Mario, apabila menemukan pelanggaran-pelanggaran, maka dapat melaporkan kepada tim advokasi, dan tim advokasi secara aktif akan membuat laporannya untuk di proses secara hukum, dan kepada masyarakat juga kami menghimbau bila menemukan pelanggaran-pelanggaran di lapangan agar melaporkannya.

“Kami juga sudah menginstruksikan kepada semua tim sukses dari Tim Mario agar tidak menggunakan cara-cara dengan melanggar hukum, tidak menggunakan politik uang, dan tidak ada intimisai maupun kekerasan serta meminta segala peraturan dilakukan dengan baik. Kita juga minta seluruh proses pemungutan suara ulang itu harus dilakukan dengan cara pencoblosan sesuai dengan kententuan yang ada karena di kabupaten ini tidak berlaku sistem noken. Apabila ada keinginan dari masyarakat untuk melakukan sistem noken di TPS-TPS tertentu, maka kami minta kepada tim untuk memberitahukanyan agar tetap menggunakan pencoblosan sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.

Ia mengklaim bahwa pasangan Mario berdasarkan data hasil pencoblosan pada 15 Pebruari 2017 lalu, sudah unggul, tetapi ada pihak-pihak yang tidak menginginkan pasangan ini tidak menang dengan mencari pesoalan-persoalan di lapangan, sehingga diputuskan PSU.

Di tempat yang sama  Bapilu Partai Hanura, Otniel Deda menghimbau KPU untuk bisa menetapkan dan melantik anggota penyelenggaran di tingkat PPS dan PPD, sehingga mereka sudah berada ditingkat bawah sebelum pelaksanaan PSU agar tidak terulang lagi seperti pada pelaksanaan Pilkada 15 Pebruari 2017 lalu.

“Kami harap KPU agar lebih berhati-hati dalam penetapan anggota PPS dan PPD ini. Kami juga memberikan apresiasi kepada KPU Provinsi Papua yang telah melaksanakan tahapan PSU di Kabupaten Jayapura ini, dan juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah setempat yang telah menganggarkan dana PSU sebesar Rp. 10 miliar,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Otniel juga mengajak seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Jayapura untuk bersama-sama mensukseskan pelaksanaan PSU pada 9 Agustus nanti, sehingga proses demokrasi ini berjalan dengan damai, bermartabat, dan menghindari konflik antarsesama masyarakat. [Aka]

Check Also

Bawaslu Papua Diminta Telusuri Dugaan Ijazah Palsu oleh Salah Satu Cawabup Puncak

SENTANI,– Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) wilayah Lapago, Paus Kogoya meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *