HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » NEWSPLUS » Tanpa Kita Sadari Makanan Gosong Picu Kanker

Tanpa Kita Sadari Makanan Gosong Picu Kanker

WARTAPLUS – Kanker nasofaring mungkin masih jarang sekali terdengar. Kanker yang masuk ke dalam golongan kanker kepala leher ini memang tidak seterkenal jenis kanker lainnya seperti kanker payudara, serviks, atau prostat.

Meski demikian, angka insiden kanker nasofaring di Indonesia cukup tinggi. Dr. dr. Andhika Rachman, SpPD-KHOM mengungkapkan, ada 5,6 kasus kanker nasofaring per penduduk per tahun di Indonesia.

Umumnya, kanker nasofaring menyerang mereka yang masih di usia produktif yakni 15-25 tahun.

Andhika mengatakan, penyebab kanker ini adalah genetik dan virus. Virus yang  menyebabkan kanker nasofaring adalah Eipstein-Barr Virus dan HPV. Namun, yang paling banyak adalah virus HPV.

Ras juga menjadi faktor penyebab munculnya kanker nasofaring. Andhika menyebut, etnis China yang paling banyak menderita kanker ini karena berhubungan dengan makanan.

“Dahulu sebelum ada lemari es, mereka mengawetkan makanan dengan garam. Makanan yang diawetkan mengandung nitrosamin yang bersifat karsinogenik,” ujar Andhika saat acara peringatan Hari Kanker Kepala Leher Sedunia di RSCM, Jakarta, Kamis, 10 Agustus 2017.

Selain makanan yang diawetkan, makanan yang diolah dengan dibakar juga memicu kanker nasofaring. Makanan gosong ini, lanjut Andhika, mengandung polyaromatic dan hydrocarbom yang juga bersifat karsinogenik.

“Tidak menyebabkan kanker secara langsung, tapi beberapa tahun ke depan bisa terjadinya,” imbuhnya.

Selain itu, konsumsi alkohol, rokok, debu, asap, dan paparan bahan kimia juga menambah risiko munculnya kanker nasofaring.

[VIVA]

Check Also

Jelang Pilkada, PPATK: Bank Daerah Rawan Disalahgunakan

Wartaplus. Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin mewanti-wanti bangkir untuk lebih ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *