HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » Hukum » Tak Ajukan Banding, Ketua KPU Konsel Diberhentikan Tetap

Tak Ajukan Banding, Ketua KPU Konsel Diberhentikan Tetap

Wartaplus. KPU Sulawesi Tenggara (Sultra) bakal menggelar rapat pemberhentian tetap terhadap Ketua KPU Konawe Selatan (Konsel) nonaktif Jabal Nur. Pemecatan dilakukan karena perkara korupsi yang menjerat Jabal sudah berkekuatan hukum tetap.
Ketua KPU Sultra Hidayatullah mengatakan pihaknya sudah mendapat pemberitahuan dari Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kendari bahwa perkara Jabal sudah berkekuatan hukum tetap. Sebab Jabal tak mengajukan banding atas vonis yang dijatuhkan majelis hakim kepadanya.
“Untuk Pak Sutamin Rembasa dan Yusran kita masih menunggu keterangan resmi dari pengadilan Tipikor yang sudah memvonis mereka bersalah pada 11 Juli kemarin, 1 tahun 3 bulan kalau saya tidak salah,” ujar Hidayatullah.
Jika sampai tujuh hari setelah vonis keluar belum ada keterangan resmi, KPU akan mengirim kepada Pengadilan Tipikor Kendari apakah Sutamin dan Yusran melakukan banding atau ada pihak yang banding. Misalnya, kalau bukan terdakwa bisa saja jaksa penuntut yang melakukan banding.
Jika tidak melakukan banding, Sutamin dan Yusran akan segera diberhentikan permanen yang sebelumnya hanya dinonaktifkan sementara. Setelah itu, KPU Sultra akan melakukan penggantian anggota komisioner KPU Konawe Selatan itu.
Dari lima komisioner KPU Konawe Selatan yang mengalami masalah hukum, dua komisioner yang sudah diberhentikan permanen. Mereka yakni Aswan dan Nuzul Qodri. Keduanya digantikan Muhammad Syafaruddin dan Ashadi Cahayadi yang sudah dilantik KPU Sultra kemarin.
Untuk diketahui, lima komisioner KPU Konsel berawal terjerat kasus korupsi sewa mobil fiktif. Pengusutan kasus ini dimulai kejaksaan pada Maret 2016 lalu.
Para komisioner yang menerima duit hasil korupsi rental mobil fiktif itu buru-buru mengembalikan uang ke Bendahara KPU Konawe Selatan. Setiap komisioner mengembalikan Rp54 juta.
Meski begitu, kejaksaan tetap melanjutkan penyidikan kasus ini. Para komisioner KPU Konawe Selatan pun ramai-ramai ditetapkan sebagai tersangka bersama pejabat Sekretariat KPU. RM

Check Also

OSO Kantongi SK Menkumham, Wiranto: Tidak Ada Munaslub

Wartaplus. Konflik internal yang melanda Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) bakal reda. Pasalnya, tidak ada agenda ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *