HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » HAI PAPUA » Survei BPS Rakyat Papua Barat Miskin, Fraksi Otsus: Uang Triliun Atas Nama Rakyat Dimana?
Foto: Ilustrasi

Survei BPS Rakyat Papua Barat Miskin, Fraksi Otsus: Uang Triliun Atas Nama Rakyat Dimana?

MANOKWARI,-Ketua Fraksi Otsus DPR Papua Barat, Yan Anton Yoteni menyambut baik hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat yang menyatakan bahwa kemiskinan rakyat Papua Barat per Maret 2017 meningkat. Kenapa rakyat Papua Barat miskin? uang triliyunan atas nama rakyat ada dimana?

Menurut Yoteni perlu disambut baik atas hasil survei BPS yang dirilis secara terbuka lewat media. Sebab, BPS merupakan salah satu lembaga terpercaya dengan barometer untuk negara, maka data BPS tidak lagi diragukan.

Ditegaskan Yoteni, selama ini DPR Papua Barat mensahkan uang triliyunan rupiah untuk provinsi ini, tetapi kenapa bisa sampai rakyat Papua miskin diatas tanah sendiri. Ia mengatakan, Papua secara umum masih tercatat miskin ditingkat nasional.

Faktor penyebab kemiskinan dikarenakan uang dari pemerintah yang diturunkan lewat program yang disebut proyek bukan dikembangkan di daerah ini, namun justru uang dari daerah ini dibawa keluar Papua Barat, sehingga tidak salah kalau BPS merilis penduduk Papua Barat miskin.

Menurutnya, yang disebut miskin karena kebutuhan ekonomi sehari-hari tidak terpenuhi, sehingga menyebabkan rakyat miskin, misalnya uang untuk kebutuhan makan setiap hari masih sangat kurang dalam keluarga.

“Setiap tahun DPR ketok uang triliyunan untuk daerah ini, namun uang itu lari kemana?, hal ini pengaruh kontraktor luar yang datang kesini mempengaruhi sehingga perputaran uang tidak ada,” ujar Yoteni.

Ia mengatakan, kalau kontraktor yang mengerjakan proyek disini maka uang akan berputar ditengah rakyat, sehingga mata pencarian rakyat bisa terpenuhi karena aktivitas ekonomi mereka berjalan.

“Salah satu faktor penyebab karena kontraktor non Papua yang kerjakan proyek lebih banyak uangnya dibawa keluar, sehingga menyebabkan daerah kita masih disebut miskin. Padahal hasil bumi kita melimpah, namun kenapa rakyat Papua masih miskin,” Tanya Yoteni saat dimintai tanggapan wartaplus.com, Selasa (18/7).

Dirinya menambahkan, Fraksi Otsus DPR Papua Barat sudah berencana untuk bertemu dengan semua kontraktor asli Papua sehingga membicara tentang pembagian proyek selama ini kepada mereka, bahkan setiap pembagian proyek pasti saja ada keributan. [Alberth]

 

Check Also

Polisi Bekuk Dua Pengedar Sabu di Timika

JAYAPURA,–Dua pengedar narkotika jenis sabu berinisial IS (22) dan N alias Acok (22) berhasil dibekuk ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *