HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » GENERAL » Sosialisasikan Aturan Lintas Batas, Pemprov Papua Sambangi Warga Kampung Kombat di Boven Digul
Kepala Biro Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri Provinsi Papua, Suzanna Wanggai

Sosialisasikan Aturan Lintas Batas, Pemprov Papua Sambangi Warga Kampung Kombat di Boven Digul

JAYAPURA,- Guna mensosialisasikan aturan lintas batas bagi warga yang mendiami wilayah perbatasan Papua – PNG, belum lama ini Pemerintah Provinsi Papua dalam hal ini diwakili Kepala Biro Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri Provinsi Papua, Suzanna Wanggai mengunjungi warga kampung Kombut, Distrik Kombut, Kabupaten Boven Digoel.

Suzana Wanggai kepada pers di Jayapura, Selasa (8/8) kemarin mengungkapkan, kegiatan sosialisasi sekaligus tatap muka Ini sangat penting, karena pihaknya bisa mendengarkan langsung curhatan dari warga setempat.

“Jadi kami kesana untuk langsung bertatap muka dengan masyarakat, hal ini sangat penting mendengar curhatan dari masyarakat kemudian kita juga memberikan sosialisasi bagaimana aturan-aturan lintas batas untuk mereka dan mereka menyambut sangat baik sekali,” ungkapnya.

Menurutnya, sosialisasi ini kewajiban pemerintah guna memperkenalkan kepada masyarakat mengenai aturan lintas. “Memang kita punya kewajiban dari pemerintah untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat perbatasan, sebab aturan lintas batas ini bukan  aturan lintas batas provinsi atau kabupaten akan tetapi lintas batas  Negara. Dimana kedua Negara mempunyai satu kesepakatan yakni pengaturan khusus tentang lintas batas tradisional dan kebiasaan,” jelasnya.

Adapun kesepakatan khusus kedua Negara yang dimaksud, kata Suzanna  adalah  terkait bagaimana mengatur penggunaan dokumen bagi pelintas batas. “Di situlah yang diatur dengan apa kita menggunakan, dengan dokumen apa bagi masyarakat yang pelintas batas baik Indonesia maupun PNG,” terangnya.

Suzanna menjelaskan, dalam aturan itu, diatur mengenai berapa lama pelintas batas tersebut. Sebab, di wilayah Indonesia juga mempunyai tanah di wilayah mereka begitupun sebaliknya.

“Ini semua diatur dalam pengaturan khusus tentang lintas batas tradisional dan kebiasaan, nah ini yang kami selalu lakukan sosialisasi seperti Kabupaten Boven Digoel yang berbatasan langsung dengan kampung Donge Papua Nugini,” jelasnya lagi.

Untuk diketahui, kampung Kombut mempunyai 52 tugu batas atau  biasa disebut MM 9.0. Akses jalan menuju kampung Kombut sangat sulit atau rusak berat. Terutama dari Tanah Merah ke Mindiptana lalu ke Kombut, banyak jembatan yang terbuat dari kayu rusak parah. Padahal potensi tanaman buah buahan seperti durian dan rambutan. [Riri]

Check Also

70 Atlet Ikut Lomba Body Contes dan Binaraga Piala Bupati Jayapura Cup I

SENTANI,– Sedikitnya 70 atlet binaraga dari 7 Kabupaten dan 1 kota di Papua mengikuti lomba ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *