HEADLINE : Gara-Gara Status di Facebook Sekelompok Oknum Polisi Gebuk Wartawan Online di Timika - Ketua Umum Persipura: Yunior Buat Sejarah, Papua Gudangnya Sepakbola - Dewan Pers Sambangi Kantor Redaksi Wartaplus.com Lakukan Verifikasi - Bendera Bintang Kejora Berkibar di Banti Tembagapura - Sungguh Bejat, Kelompok Kriminal Bersenjata Perkosa Ibu Rumah Tangga di Tembagapura - Polda Papua Belum Terima Laporan Dugaan Korupsi KPU Intan Jaya ,
Rabu , 22 November 2017
Breaking News
Home » Ekonomi » Soal Reklamasi, Sandi Baik-baikin Luhut
Sandiaga Uno

Soal Reklamasi, Sandi Baik-baikin Luhut

Wartaplus. Wagub Jakarta Sandiaga Uno mengaku sadar betul Pemprov DKI dan pemerintah pusat punya sikap berbeda soal reklamasi Pantai Jakarta. Gara-gara perbedaan sikap itu, Sandi dikabarkan berseteru dengan Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan. Soal ini Sandi membantah. Malah dia memuji Luhut sebagai sosok pahlawan yang sangat dihormatinya. Sandi lagi baik-baikin Luhut nih..

Di hari kelimanya sebagai Wagub, Sandi pergi ngantor ke Balaikota dengan berlari. Mungkin untuk memenuhi janjinya semasa kampanye yang mengatakan sesekali akan pergi ngantor dengan berlari sambil mengkampanyekan “Indonesia Berlari” yang digagasnya.

Sandi berangkat dari rumahnya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan sekitar pukul 6 pagi. Ia tak sendiri. Sejumlah staf serta kakaknya, Indra Uni ikut berlari dalam rombongan. Sandi tampil sporty dengan mengenakan kaos bertulis “Indonesia Berlari” dilengkapi dengan topi dan kacamata hitam. Sambil berlari, Sandi mampir terlebih dulu ke Monas untuk senam dan bermain basket bersama tim bentukan dari Dinas Olah Raga Pemprov DKI. Selama aktivitas itu, warga berebutan untuk bisa foto bareng. Sandi melayaninya dengan ramah.

Bagaimana soal reklamasi? Sandi memastikan proyek reklamasi akan dihentikan. Sementara ini, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan.

Apakah ada perseteruan sehingga belum ada pertemuan lagi dengan Luhut? Sandi menepis anggapan tersebut. Dia bilang, sangat salut dan hormat terhadap Luhut. Malah kata dia, saat berlari tadi sempat melewati depan kantor Kemenko Kemaritiman di Jalan MH Thamrin. Di sana, ia mengaku berhenti sebentar untuk memberikan hormat. “Itu simbol untuk memberikan salut dan hormat ke senior saya. Dan kami siap berkoordinasi. Kami gak mau diadu. Pemprov harus selaras dengan pemerintah pusat. Kami punya mandat dari rakyat yaitu menghentikan reklamasi. Pemerintah juga punya posisi,” kata Sandi. “Jadi mari kita duduk sama-sama. Dan kita hargai kewenangan masing-masing,” imbuhnya.

Sandi pun menyebut Luhut sebagai seorang pahlawan. Dia meminta semua pihak menyikapi penyelesaian proyek reklamasi dengan bijak. Namun sebagai Wagub Jakarta, dia berkomitmen mewujudkan janji kampanyenya, yakni menghentikan reklamasi.

“Jangan terlalu dipanas-panasin. Kita tetap dalam koridor masing-masing. Kita tetap Merah Putih demi kemajuan bangsa. Untuk bangsa Indonesia, untuk rakyat Jakarta. Rakyat yang terpinggirkan, termajinalkan, itu kita harus bela. Kita hadir di sini. Negara hadir. Itu saja,” ucapnya.

Soal koordinasi dengan pemerintah pusat, Sandi mengungkapkan bahwa Presiden Jokowi setelah melantiknya sudah menyampaikan dalam satu dua hari akan segera memanggil Gubernur dan Wagub DKI untuk membahas sejumlah isu. Hanya saja, sampai saat ini, belum lagi ada kabar kelanjutannya. “Belum ada undangan karena waktu itu juga Pak Presiden menyampaikan secara juga verbal,” ucap Sandi. Karena itu, ia dan Anies hanya menunggu undangan, tidak berinisiatif untuk bertemu.

Terpisah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti angkat bicara soal keputusan Luhut mencabut moratorium izin reklamasi Teluk Jakarta. Menurut Susi, dalam kasus ini prosesnya masih panjang khususnya terkait nasib nelayan. Apalagi, Susi mengaku belum mengetahui secara detail rencana Luhut terhadap nelayan.
“Saya belum tahu detailnya seperti apa. Kita punya ketetapan hukum, peraturan hukum. Ya tidak boleh asal bicara. Kan stakeholder nanti nelayannya kan, kita mesti tanya seperti apa? Mau tidak? Enggak semudah itu,” katanya di Kompleks Widya Chandra, Jakarta.

Menurutnya, Luhut tidak bisa asal bicara mengenai nasib nelayan. Sebab, masih ada proses dan aturan yang harus dilihat sebelum mengambil keputusan. “Enggak bisa kita bicara oh oke selesai cabut oh ini jalan terus, nelayan nanti dapat. Enggak gitu kan prosesnya ada. Aturan-aturannya disesuaikan,” tandasnya. RM

Check Also

Alfian Eko Prasetya d Melati Daeva Oktavianti

Hongkong Terbuka, Alfian Dan Melati Sukses Balaskan Dendam

Wartaplus. Pasangan ganda campuran, Alfian Eko Prasetya/Melati Daeva Oktavianti berhasil melewati hadangan pertamanya di babak kualifikasi ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *