HEADLINE : Gara-Gara Status di Facebook Sekelompok Oknum Polisi Gebuk Wartawan Online di Timika - Ketua Umum Persipura: Yunior Buat Sejarah, Papua Gudangnya Sepakbola - Dewan Pers Sambangi Kantor Redaksi Wartaplus.com Lakukan Verifikasi - Bendera Bintang Kejora Berkibar di Banti Tembagapura - Sungguh Bejat, Kelompok Kriminal Bersenjata Perkosa Ibu Rumah Tangga di Tembagapura - Polda Papua Belum Terima Laporan Dugaan Korupsi KPU Intan Jaya ,
Rabu , 22 November 2017
Breaking News
Home » Internasional » Soal Politik Di Amrik, Obama Dan Bush Serang Trump
Obama Dan Bush

Soal Politik Di Amrik, Obama Dan Bush Serang Trump

Wartaplus. Dua mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama dan George W Bush nyinyir soal karut marut politik yang terjadi di Negeri Paman Sam. Meski tidak menyebut nama Donald Trump, tapi rangkaian kata Obama dan Bush bisa dikatakan mengkritik Presiden Amerika Serikat ini.

Dilansir BBC, dua mantan presiden itu kompak mengkritik Trump di tempat berbeda tapi di hari yang sama, kemarin, atau Kamis (18/10) waktu setempat. Intinya, Obama mendesak Amerika menolak politik perpecahan dan ketakutan. Sedangan Bush mengkritik adanya intimidasi dan prasangka dalam kehidupan publik masyarakat Amerika saat ini.

Berbicara di acara kampanye Partai Demokrat di New Jersey, Obama mengatakan Amerika harus mengirim sebuah pesan kepada dunia bahwa negara tersebut menolak sebuah perpecahan politik dan menolak politik ketakutan. “Apa yang tidak dapat kita miliki adalah perpecahan politik yang sama yang telah kita lihat berkali-kali sebelum berabad-abad yang lalu,” jelas Obama.

“Beberapa politik yang kita lihat sekarang, kita pikir meletakkan itu ke tempat tidur. Itu adalah orang-orang yang terlihat 50 tahun yang lalu. Ini adalah abad ke-21, bukan abad 19,” tambahnya seperti dimuat BBC. Tema serupa juga diangkat Obama di acara lain di Richmond, Virginia. Seperti diketahui, Obama saat ini turun gunung menjadi juru kampanye buat jagoan Partai Demokrat di sejumlah Pilgub Amerika.

“Kita memiliki orang-orang yang dengan sengaja berusaha membuat orang marah, untuk mengutuk orang-orang yang memiliki gagasan berbeda, untuk mendapatkan basis semua menjadi kacau karena menyediakan keuntungan taktis jangka pendek,” kata Obama.

Di New York, sindiran atas Trump juga disampaikan Bush. Dia menyebut politik Amerika tampaknya lebih rentan terhadap teori konspirasi dan rekayasa langsung. “Ada beberapa tanda bahwa intensitas dukungan terhadap demokrasi itu sendiri telah berkurang, terutama di kalangan kaum muda,” ujarnya.  

Bush juga menekankan peran penting imigran dan perdagangan internasional. “Kadang-kadang terlihat kekuatan yang ada lebih memecah kita daripada menyatukan kita bersama. Kami telah melihat nasionalisme berubah menjadi nativisme, melupakan dinamisme yang selalu dibawa oleh imigrasi ke Amerika,” tutur dia.

“Kami melihat kepercayaan yang memudar terhadap nilai pasar bebas dan perdagangan internasional dan melupakan konflik, ketidakstabilan, dan kemiskinan yang mengikuti arus proteksionisme,” pungkasnya.

Kedua mantan presiden tersebut memang belum pernah mengemukakan komentar langsung dan secara terbuka mengenai kepemimpinan Trump. Mereka berbicara secara terpisah, tanpa menyebutkan nama Presiden Trump. Mantan-mantan Presiden Amerika biasanya selalu menghindari kritik dan komentar secara terbuka kepada penerus mereka. Obama mengaku akan ikut menjaga kesopanan itu kepada Trump, sama seperti yang Bush lakukan kepadanya.

Namun, Trump sangat kritis terhadap Obama dan Bush, bahkan menyebut mereka sebagai presiden terburuk dalam sejarah Amerika. Sejak pelantikannya Januari lalu, gaya kritis Trump yang selalu memberikan komentar publik langsung mengenai sejumlah isu juga telah menyebabkan kontroversi antara Demokrat dan Republik.

Trump juga selalu menyalahkan media, yang menurutnya tidak memusatkan perhatian pada prestasinya malah memilih berkonsentrasi pada apa yang dia sebut berita palsu. RM

Check Also

Alfian Eko Prasetya d Melati Daeva Oktavianti

Hongkong Terbuka, Alfian Dan Melati Sukses Balaskan Dendam

Wartaplus. Pasangan ganda campuran, Alfian Eko Prasetya/Melati Daeva Oktavianti berhasil melewati hadangan pertamanya di babak kualifikasi ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *