HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » Ekonomi » Soal Kelangkaan Garam, Darmin Merasa Dapat Pelajaran Berharga

Soal Kelangkaan Garam, Darmin Merasa Dapat Pelajaran Berharga

Wartaplus. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengaku mendapatkan pelajaran berharga dari kelangkaan dan melonjaknya harga garam.

“Tentu ini pelajaran yang sangat berharga. Karena tidak elok lah garam saja kita tidak bisa menghasilkannya. Ini berarti kita harus turun ke petani,” kata Darmin di sela pembukaan Seminar Nasional Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), di Pekanbaru.

Darmin menilai, pemerintah perlu memperhatikan bagaimana meningkatkan produktivitas garam, mulai dari peningkatan infrastruktur dan pergudangan hingga tingkat petani. Dia yakin, sebenarnya, petani mampu bekerja keras untuk menghasilkan garam, namun mereka butuh dukungan seperti fasilitas gudang dan lain-lainnya.

Soal keputusan pemerintah mengimpor garam, Darmin terlihat pasrah. Menurutnya, untuk kondisi sekarang, sudah terlalu sulit untuk dibenahi dengan cepat untuk mengatasi masalah garam.  “Ada ketidakselarasan sedikit, tapi sudah selesai. Apa boleh buat, kita harus impor garam karena situasi ini sudah terlanjur sulit. Bukan hanya garam untuk konsumsi kurang, (tapi) harga sudah terlalu tinggi,” jelasnya.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda menilai, kelangkaan garam, terutama garam industri sebagai kesalahan serius. “Kalau garam industri, kita semua sudah tahu petani kita belum mampu memproduksinya. Seharusnya bisa diprediksi dari jauh-jauh hari,” jelasnya.

Sementara itu, Deputi Sekjen Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Apung Widadi menilai pemerintah terlalu cepat mempercayakan PT Garam melakukan impor garam. “Seharusnya setelah ada kasus penyimpangan. Kinerja PT Garam diaudit dahulu, dilihat kasus dan kemampuannya melakukan impor sebanyak 75 ribu ton,” ungkapnya. RM

Check Also

OSO Kantongi SK Menkumham, Wiranto: Tidak Ada Munaslub

Wartaplus. Konflik internal yang melanda Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) bakal reda. Pasalnya, tidak ada agenda ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *