HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » NEWSPLUS » Soal Jokowi Otoriter, Mega: Buktinya Mana…

Soal Jokowi Otoriter, Mega: Buktinya Mana…

 

Wartaplus. Peluncuran Progam Penguatan Pendidikan Pancasila yang digelar di Istana Bogor, kemarin, dikemas “sersan” alias serius tapi santai. Bagian yang santai yakni saat Presiden Jokowi berbaur dan ikut senam pagi di tengah-tengah peserta. Ikut bercanda dan tertawa-tawa. Adapun yang serius antara lain pidato Megawati Soekarnoputri yang menyanggah tudingan Jokowi sebagai pemimpin otoriter. Mega bilang, kalau benar diktator, mana buktinya?

Sejak pukul 7 pagi, halaman Istana Bogor sudah dipenuhi ratusan orang. Mereka adalah peserta peluncuran Progam Penguatan Pendidikan Pancasila. Pesertanya lumayan banyak, total 650 peserta terdiri atas 540 mahasiwa dari perguruan tinggi negeri dan swasta plus 110 dosen. Langit cerah dengan hawa sejuk Kota Bogor bikin peserta acara semangat. Acara ini digelar oleh Unit Kerja Presiden (UKP) Pancasila yang berkerja sama dengan Kemenristekdikti.

Jokowi sendiri baru muncul dari dalam Istana sekitar pukul 8 pagi. Stelannya santai. Mengenakan training lengan panjang warna hijau dan sepatu kets. Sejumlah menteri mendampingi seperti Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, Menkopolhukam Wiranto dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Mereka juga tampil dalam stelan olah raga wana merah atau putih. Terlihat juga Ketua UKP Pancasila Yudi Latief dan Ketua Dewan Pakar Megawati Soekarnoputri dan anggotanya yaitu Try Sutrisno, Buya Syafii Maarif dan Mahfud MD. Berbeda dengan Jokowi dan jajarannya, stelan orang-orang UKP ini resmi dengan balutan batik.

Acara yang digelar ini memang tidak seserius judulnya. Bahkan terkesan santai. Saat senam pagi misalnya, alih-alih berdiri di baris paling depan, Jokowi memilih bersenam di tengah-tengah peserta berdampingan dengan Wiranto. Tentu saja, bikin sejumlah peserta yang di depan dan di samping Jokowi gagal fokus. Mereka tampak beberapa kali menengok ke arah Jokowi. Mungkin penasaran dengan gaya senamnya. Ada tiga instruktur yang memimpin senam di atas panggung. Gerakan senam terlihat energik dan semua mengikuti dengan gembira.

Kesan santai pun terlihat saat acara di sesi terakhir yaitu ketika peserta dihibur oleh penampilan Giring, vokalis band Nidji dengan membawakan beberapa lagu nasional. Saat lagu akan selesai, Jokowi kembali meminta Giring bernyanyi. “Sekali lagi ayo nyanyi,” pinta Jokowi yang sudah berdiri di samping panggung dan kembali berbaur dengan para peserta.

Nah, usai acara itu, lanjut ke acara yang serius meski nggak terlalu serius banget, ada santainya juga. Diawali dengan sambutan dari Ketua Dewan Pengarah UKP Pancasila Megawati Soekarnoputri. Dalam pidatonya, Mega berpesan Pancasila menjadi fondasi dari sistem pendidikan Indonesia. Dia kemudian bernostalgia dan bercerita bagaimana ayahnya, Bung Karno sempat memperkenalkan “Salam Pancasila”.  Mega kemudian memperagakan bagaimana “Salam Pancasila” itu. Dengan menunjukkan tangan kanan serupa posisi hormat. Namun, ujung jari tidak menempel di dahi, melainkan berjarak sejengkal dari dahi bagian kanan. Gerakannya pun mesti sedikit menghentak. Megawati kemudian berteriak, “Salam Pancasila”. Serentak, para mahasiswa melakukan persis yang diperagakan Megawati. “Salam Pancasila”, seru mereka kompak.

Di pidatonya ini pun, beberapa kali Mega memanggil Jokowi dengan sebutan “dik” atau adik. Mega kemudian meminta maaf kepada Jokowi sambil sedikit menunduk-nundukkan kepala. Reaksi ini bikin peserta tertawa. “Sorry, sorry,” kata Mega, yang mengaku keceplosan terus dengan memanggil Jokowi dengan panggilan “Dik”.  RM

Check Also

Farhat Abbas Laporkan Nikita Mirzani ke Polisi

WARTAPLUS – Farhat Abbas kembali mendatangi Polda Metro Jaya, Selasa, 16 Januari 2018. Kedatangan Farhat ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *