HEADLINE : Gara-Gara Status di Facebook Sekelompok Oknum Polisi Gebuk Wartawan Online di Timika - Ketua Umum Persipura: Yunior Buat Sejarah, Papua Gudangnya Sepakbola - Dewan Pers Sambangi Kantor Redaksi Wartaplus.com Lakukan Verifikasi - Bendera Bintang Kejora Berkibar di Banti Tembagapura - Sungguh Bejat, Kelompok Kriminal Bersenjata Perkosa Ibu Rumah Tangga di Tembagapura - Polda Papua Belum Terima Laporan Dugaan Korupsi KPU Intan Jaya ,
Rabu , 22 November 2017
Breaking News
Home » Hukum » Setnov Gugat Pencekalan, Apa KPK Tumbang Lagi?
Setya Novanto

Setnov Gugat Pencekalan, Apa KPK Tumbang Lagi?

Wartaplus. Setya Novanto belum puas dengan pencabutan status tersangka kasus korupsi e-KTP di KPK. Ketua Umum Partai Golkar ini kembali melayangkan gugatan atas status cekalnya ke PTUN. Akankah Novanto menang dan menumbangkan KPK lagi?

Untuk diketahui, Hakim Pengadilan Negeri Jaksel Cepi Iskandar hanya mengabulkan sebagian gugatan yang dilayangkan Novanto dalam sidang putusan praperadilan 29 September lalu. Sementara status cekal Novanto, tetap berlaku. Hakim Cepi berpendapat, pencabutan pencekalan terhadap Novanto wewenang instansi dari kegiatan yang mengeluarkan sehingga tidak dapat dikabulkan. KPK kemudian pada 2 Oktober lalu memperpanjang status cekal Novanto hingga April 2018.

Novanto tak terima. Dilansir dari laman resmi PTUN Jakarta, Novanto, resmi mengajukan gugatan tersebut, kemarin. Ada empat poin gugatan dalam permohonan itu. Salah satunya, meminta PTUN memerintahkan Direktur Jenderal Imigrasi mencabut surat pencegahan tersebut. “Memerintahkan kepada Tergugat untuk mencabut Surat Keputusan Pejabat Tata Usaha Negara Nomor: IMI.5.GR.02.05-3.0656, tanggal 2 Oktober 2017, Perihal Pencegahan ke Luar Negeri dan Penarikan Sementara Paspor RI An. Setya Novanto,” bunyi poin kedua permohonan gugatan itu.

Pihak Novanto juga meminta supaya surat pencegahan itu dinyatakan tidak berlaku selama proses persidangan digelar.

Dikonfirmasi tadi malam, kuasa hukum Novanto, Fredrich Yunadi membenarkan. Namun, bukan Fredrich yang mengurusnya. “Yang kerjakan itu dari grup pengacara lain,” tuturnya. Menurut dia, gugatan dilayangkan lantaran pencekalan terhadap kliennya tidak sah. Sebab, status Novanto bukan tersangka, melainkan saksi. Dasarnya, putusan Mahkamah Konstitusi (MK). “Cekal yang dikeluarkan tidak sah, karena saksi nggak boleh dicekal,” tegasnya.

Jubir KPK Febri Diansyah menganggap gugatan terhadap pencekalan itu tidak beralasan. Sebabnya, kewenangan mencekal dimiliki KPK berdasarkan Pasal 12 ayat (1) huruf b UU KPK. Sementara peran Dirjen Imigrasi hanyalah sebatas melaksanakan permintaan KPK. “Itu tidak beralasan. Apalagi di putusan praperadilan sebelumnya ditegaskan hakim bahwa hakim tidak mengabulkan permintaan Setya Novanto saat itu untuk mencabut penetapan pencegahan terhadap Setya Novanto,” ujar Febri.

Akankah Novanto menang? Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menyatakan, kecil kemungkinan Novanto akan mengulang “kesuksesannya” menumbangkan KPK. Sebab, gugatan itu salah alamat. “Mestinya yang digugat KPK dengan mekanisme praperadilan karena pencekalan termasuk upaya paksa,” tutur Boyamin.

Pencekalan adalah bagian dari penyidikan KPK. Sementara Dirjen Imigrasi hanya meneruskan dan bukan semata-mata keputusan mandiri dari Dirjen Imigrasi. “Imigrasi jika tidak mengabulkan cekal atas permintaan KPK maka akan dianggap menghalangi penyidikan dan menyalahgunakan wewenang,” imbuh Boyamin.

Dia menduga, langkah Novanto mengajukan gugatan ke PTUN, bukan praperadilan lagi lantaran hakim praperadilan tidak mengabulkan pencabutan pencekalan. “Jadi dia cari celah lain, yakni lewat PTUN,” tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang sempat dilaporkan seseorang bernama Sandi Kurniawan ke Bareskrim Mabes Polri atas tuduhan pemalsuan surat masa perpanjangan pencekalan Novanto. RM

Check Also

Alfian Eko Prasetya d Melati Daeva Oktavianti

Hongkong Terbuka, Alfian Dan Melati Sukses Balaskan Dendam

Wartaplus. Pasangan ganda campuran, Alfian Eko Prasetya/Melati Daeva Oktavianti berhasil melewati hadangan pertamanya di babak kualifikasi ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *