HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » HAI PAPUA » Serang Polisi dengan Sajam, Seorang Pria Dilumpuhkan
Ilustrasi

Serang Polisi dengan Sajam, Seorang Pria Dilumpuhkan

JAYAPURA,- Hendak melerai perkelahian di Pasar Genyem, anggota Polsek Nimboran Bripka Silas Yanuaring, nyaris jadi korban penikaman seorang pria berinisial BW (50), warga Kampung Ombrob Distrik Nimboran, Senin (17/7) sore.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal ketika dikonfirmasi mengatakan, pelaku yang menyerang polisi itu, terkena timah panas anggota Polsek Nimboran sehingga harus menjalani perawatan medis.

“Pelaku terpaksa dilumpuhkan oleh anggota kami di kaki lantaran telah melakukan penikaman terhadap korban yang merupakan adik pelaku, serta menyerang petugas menggunakan senjata tajam berupa pisau,” jelas Kamal, Senin (17/7) malam.

Katanya, anggota piket Polsek Nimboran menerima laporan masyarakat bahwa telah terjadi perkelahian di Pasar Genyem sehingga anggota menuju tempat kejadian. Setiba di tempat kejadian perkara, Bripka Silas Yanuaring mencoba memisahkan perkelahian, tetapi pelaku langsung menikam korban di bagian kiri dan kanan.

“Bripka Silas Yanuaring dan anggota meminta agar membuang pisau tetapi malahan pelaku menarik baju Bripka silas yanuaring sehingga sobek dan kemudian menikam Bripka Silas Yanuaring tetapi Bripka Silas menghindar. Setelah dilakukan tembakan peringatan sebanyak tiga kali, pelaku tetap mengejar dengan pisau sehingga dilakukan penembakan ke bagian kaki pelaku,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan, penyebab perkelahian tersebut dilatarbelakangi korban melakukan pemukulan terhadap anak pelaku sehari sebelumnya. “Pelaku dan korban merupakan kakak dan adik, awal mula perkelahian karena korban dan Ayub Waisimon, anak dari pelaku ribut di Pasar Genyem dipicu mabuk. Karena dendam, akhirnya pelaku mencari korban dan terjadi perkelahian antara pelaku dan korban,” lanjutnya. [Cholid]

Check Also

Besok, KONI Pusat Akan Melantik Pengurus KONI Papua

JAYAPURA,- Sebanyak 70-an pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua akan dilantik oleh Ketua KONI ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *