HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » ENTERTAINMENTPLUS » Sekolah Di Indonesia, Han Yoo-ra Di-Bully Karena Bule

Sekolah Di Indonesia, Han Yoo-ra Di-Bully Karena Bule

 

Generasi milenial sudah familiar dengan sosok Youtubers asli Korea Selatan satu ini, Han Yoo-ra. Gadis yang tahun ini berusia 26 tahun ini populer dengan julukan onnie cetar karena gayanya yang cenderung cablak dan nggak jaim. Yoo-ra juga terkesan cerewet karena gaya bicaranya, apalagi saat dirinya mulai berbicara bahasa Korea.

Namun jarang yang tahu, ternyata Yoo-rs sempat mengalami masa sulit. Cewek yang pindah ke Indonesia sejak kelas 1 SMP ini pernah dibully oleh teman-teman sekolahnya karena statusnya sebagai orang asing.

“Awalnya susah banget dan pas kelas 1 SMP itu kan masa puber gitu, jadi stress banget. Ke sekolah itu nggak ngerti sama sekali jadi bawa kamus nunjuk kata-katanya makan, tidak (pakai gesture) soalnya kan sekolah lokal,” kenang Yoo-ra.

“Sempat stress banget, sempat dipojokin teman-teman karena aku satu-satunya bule di sana,”  jelas Youtubers yang identik dengan konten Korean Culture di channelnya tersebut.

Bicara YouTube, Yoo-ra berterimakasih karena media sosial itu membuatnya tenar dan sukses di Tanah Air.

“Aku suka media ini. Pastinya berbeda dengan stripping sinetron yang mesti berdasarkan dialog. Kalau di YouTube semua kan kita yang buat. Aku channel pribadi sendiri. Kita juga bisa bebas kapan pun video itu diunggah,” jelas Yoo-ra.

Meski sudah mendapat ‘panggung’, namun ternyata menjadi tekenal tidak semudah itu. Meski perkembangan Youtubers cukup pesat di Indonesia, namun jika dibandingkan di belahan dunia lain, Indonesia belum seberapa.

Ada yang menjadi perhatian Yoo-ra. Menurutnya, banyak yang berlomba dan mengharapkan ketenaran, kadang tak memperhitungkan konten yang dibagi. Ia pun menyarankan, untuk para kaum milenial yang ingin berkecimpung dan menjadikan YouTube sebagai salah satu pekerjaan utama.

“Menurut aku, kalau kamu belum memiliki modal untuk membuat video di YouTube, sebaiknya jangan jadikan itu sebagai pekerjaan utama. Sebaiknya, coba untuk belajar sedikit demi sedikit dulu, kalau proses tersebut sudah kamu bisa lalui, berarti bisa jadi kamu memiliki passion menjadi Youtubers,” tutur Yoo-ra.

Wanita yang sempat tinggal di Bali ini pun menjelaskan proses yang baik untuk menjadi YouTubers terkenal dengan menghadirkan konten menghibur dan juga mendidik.

“Pertama, kalau kita mau bikin channel YouTube sendiri, kita harus tau konsep kita apa. Kita harus memiliki sedikit identitas yang berbeda dengan orang lain. Membangun image itu lumayan penting dan harus aktif di sosmed lain. Juga berkolaborasi dengan Youtubers yang lain dan mampu buat konten yang positif,” katanya lagi.

Kini, Yoo-ra mulai sibuk mencoba peruntungan lain. Lewat film The Underdogs, Yoo-ra mengaku ketagihan berakting. RM

Check Also

Kesenggol Jam Tangan Seharga 16 Miliar, Wakil PM Thailand Di Ujung Tanduk

Wartaplus. Wakil Perdana Menteri Thailand, Prawit Wongsuwan kesenggol jam tangan. Dia dicurigai, lantaran memakai jam-jam mewah ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *