HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » ENTERTAINMENTPLUS » Sebut Imigran Datang Dari Lubang Dubur, Trump Dibully

Sebut Imigran Datang Dari Lubang Dubur, Trump Dibully

Wartaplus. Donald Trump tak pernah berhenti mengeluarkan kalimat-kalimat kontroversial. Kali ini, Presiden AS itu menyebut para imigran dari Haiti, El Savador, dan negara-negara Afrika berasal dari lubang dubur. Tak ayal, Trump pun dibully.

Ungkapan itu dilontarkan Trump dalam pembahasan reformasi imigrasi dengan para politisi di Ruang Oval, Gedung Putih. “Kenapa kita memperbolehkan orang-orang dari negara-negara lubang dubur datang ke sini?” seloroh Trump seperti dikutip dari Washington Post, kemarin. Koran itu, pada Kamis waktu setempat menerbitkan artikel ini, mengutip kesaksian dua petinggi kongres yang hadir dalam pertemuan tertutup itu.

Tentu saja, pernyataan Trump itu membuat para politisi yang hadir terperangah. Senator Lindsey Graham dari Partai Republik yang hadir di sana, kehabisan kata-kata untuk mengomentari pernyataan Trump yang menghina itu.

Trump pun menolak rencana AS untuk memulihkan perlindungan bagi imigran dari Haiti, El Salvador dan negara-negara Afrika. “Kenapa kita perlu lebih banyak orang Haiti,” tegas Trump. “Keluarkan mereka,” imbuhnya.

Menurut konglomerat properti ini, AS justru harus membawa lebih banyak orang dari negara-negara seperti Norwegia, yang Perdana Menterinya baru saja dia temui, Rabu (10/1) lalu.

Trump juga akan mengizinkan warga dari negara-negara Asia. Hal ini lantaran, Trump merasa warga Asia dapat membantu ekonomi Amerika.

Ini bukan pertama kalinya Donald Trump menghina Haiti. Tahun lalu, setelah mengumumkan bantuan untuk negara itu, dalam sebuah pertemuan di Oval Office, Trump menyebut semua orang Haiti menderita AIDS.

Soal pernyataan “lubang dubur” itu, Gedung Putih tidak membantahnya. “Politikus tertentu memilih bertarung untuk negara asing, tapi Presiden Trump akan selalu berjuang untuk warga Amerika,” tutur juru bicara Gedung Putih Raj Shah.

Seperti negara lainnya yang punya standar soal imigrasi, lanjutnya, Trump berjuang untuk solusi permanen guna membuat AS lebih kuat dengan menerima mereka yang bisa berkontribusi untuk masyarakat. “Termasuk mengurangi imigran yang mencari kehidupan yang lebih baik di Amerika melalui jalur legal,” imbuh Raj.

Tentu saja pernyataan kontroversial Trump dikecam banyak pihak. Kecaman itu terutama datang dari kalangan politikus Partai Demokrat.

Beberapa politikus Demokrat menyebut penggunaan kata-kata vulgar itu menunjukkan Trump memang anti-imigran dan rasis. “Kita selalu tahu bahwa Presiden Trump tidak suka orang-orang dari negara tertentu atau orang-orang dengan kulit tertentu,” kecam anggota parlemen AS dari Partai Demokrat, Luiz Gutierrez. “Kita sekarang bisa mengatakan dengan keyakinan 100 persen bahwa Presiden adalah seorang rasis yang tidak memiliki nilai-nilai yang dijunjung tinggi dalam Konstitusi kita.”

Legislator Partai Demokrat lainnya, Cedric Richmond juga menyindir komentar Trump. Menurutnya, pernyataan itu adalah bukti bahwa agenda Make America Great Again adalah Make America White Again alias membuat Amerika menjadi “putih”.

Jim McGovern, anggota DPR asal Partai Demokrat yang mewakili negara bagian Massachusetts pun berkomentar lewat akun Twitter-nya. “Presiden Amerika rasis dan ini buktinya. Retorika kebencian dia tak punya tempat di Gedung Putih. Semua anggota Partai Republik harus mengecam pernyataannya sekarang,” cuitnya.

Legislator dari Maryland, Elijah Cumming ikut juga mengutuk pernyataan Trump. “Saya mengutuk pernyataan yang tak dapat dimaafkan tersebut dan ini merendahkan (martabat) lembaga kepresidenan,” tegasnya. Asosiasi warga kulit berwarna (NAACP) turut kecewa dengan pernyataan Trump itu. Mereka menyebut presiden jatuh lebih dalam ke lubang kelinci yang berisi rasisme dan xenofobia.

Alih-alih minta maaf, Trump malah menyindir mereka via Twitter pada Kamis (11/1) malam waktu setempat. “Demokrat tampaknya intens membawa orang-orang dan narkoba masuk ke negara kita dari Perbatasan Selatan, membahayakan ribuan nyawa dalam prosesnya,” cuit Trump. “Menjadi tugas saya untuk melindungi nyawa dan keselamatan seluruh warga Amerika. Kita harus membangun Tembok Besar, fokus pada Kelayakan dan mengakhiri Lotre dan Rantai (imigrasi). AS!” sambungnya.

Padahal, kritikan juga datang dari politikus Partai Republik, partai yang menaungi Trump. Salah satunya, politikus Partai Republik keturunan Haiti, Mia Love.

“Perilaku ini tidak dapat diterima dari pemimpin bangsa kita,” tegas Love yang kedua orang tuanya berasal dari Haiti. Menurutnya, orangtuanya dengan bangga mengucapkan sumpah setia pada Amerika Serikat, dan bertanggung jawab sebagai warga negara.

Mereka, lanjutnya, tidak pernah mengambil apa pun dari pemerintah federal AS. Justru, mereka bekerja keras, membayar pajak dan bangkit dari nol untuk merawat dan memberi kesempatan bagi anak-anak mereka. Mia pun menuntut Trump meminta maaf atas komentarnya yang disebutnya kasar, memecah belah, dan elitis itu. “Presiden harus minta maaf baik kepada rakyat Amerika maupun negara-negara yang dia fitnah dengan jahat,” tandasnya.

Politikus Republik lainnya, Ileana Ros-Lehtinen, yang lahir di Kuba dan mewakili sebuah distrik di Florida yang banyak dihuni imigran asal Haiti, juga memprotes Trump. “Bahasa seperti itu tidak seharusnya didengar di ruang loker dan tidak seharusnya didengar di Gedung Putih,” kritiknya.

Namun, Trump memang cuek dan budek. Salah satu pejabat pemerintahan Trump dikutip CNN mengatakan, “Meskipun ini membuat marah Washington, tapi diprediksi hanya bergaung pada tempatnya, sama seperti serangannya pada pemain NFL yang berlutut saat lagu kebangsaan yang tak mengasingkannya.” RM

Check Also

Kasus Mahar Politik. Kalau Nyalla Dapat Tiket, Ceritanya Pasti Tak Begini

Wartaplus. Kasus mahar politik yang terjadi antara La Nyalla Mattalitti dengan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *