HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » HAI PAPUA » Relawan JWW Diwarning Stop Kampanye Hitam di Medsos
Relawan John Wempi Wetipo (JWW) meminta seluruh relawan tak ikut-ikutan melakukan kampanye hitam dengan menjelek-jelekkan lawan politik di media sosial/Cholid

Relawan JWW Diwarning Stop Kampanye Hitam di Medsos

JAYAPURA,- Relawan John Wempi Wetipo (JWW) inginkan Pilkada Provinsi Papua berjalan secara damai, sehingga seluruh relawan diminta tak ikut-ikutan melakukan kampanye hitam dengan menjelek-jelekkan lawan politik di media sosial.

Hal itu disampaikan Ketua Relawan JWW, Anthonius Wetipo yang melihat situasi politik di Provinsi Papua saat ini mulai memanas, dengan melancarkan serangan di media sosial atas sikap dan perilaku figur-figur yang akan maju di Pilkada Papua tahun 2018 mendatang.

“Situasi politik saat ini mulai panas di media  sosial. Banyak pihak memanfaatkan untuk menjatuhkan lawannya dengan menciptakan opini di tengah-tengah masyarakat melalui media sosial. Untuk relawan JWW silahkan kampanye di berbagai media, namun harus cerdas dalam menyosialisasikan sosok JWW di berbagai tingkatan. Namun cara penyampaiannya harus dengan santun dan saling menghormati,” jelasnya, Senin (17/7) kemarin.

Anthon menekankan, seluruh relawan JWW untuk tak ikut-ikutan melakukan kampanye hitam terselubung khususnya di media sosial, dengan cara saling sindir, hingga propaganda di antara para pendukung yang bisa menimbulkan situasi yang tidak kondusif di Papua.

“Kalau mau melakukan start kampanye, lebih baik dengan cara menjual visi misi dan program kerja, seperti yang kami lakukan yaitu menyosialisasikan visi misi JWW yaitu menuju “Papua Cerdas, Bersatu dan Damai,” tegasnya.

Anthon menambahkan agar seluruh pendukung pasangan calon, baik tim sukses atau tim pemenangan hingga relawan, diingatkan untuk tidak menjadikan Pilkada di Papua sia-sia tanpa hasil konkrit yang bisa mengantar banyak manfaat bagi masyarakat.

“Kami tak ingin menjadikan ajang pilkada untuk memilih agama, suku, atau asal usul, tapi untuk memilih pemimpin yang bisa membawa Papua lebih baik. Semua yang berkompetisi  adalah anak Papua yang sudah teruji, hanya semua pendukung harus mampu mengampanyekan pilihannya dengan baik,” paparnya.

Anthon meyakini, masyarakat dari tahun ke tahun sudah cukup cerdas dalam membedakan mana yang adu gagasan dan program dan mana yang adu hasutan atau fitnah. “Mari kita untuk tidak membodohi masyarakat dengan isu-isu kampanye hitam,” pungkasnya

Apalagi Anthon berkeyakinan dengan kondisi masyarakat di Papua saat ini sudah pandai dalam memilah dan memilih calon, segala macam bentuk kampanye hitam yang terselubung diyakini tak mudah begitu saja mencapai sasaran.

“Kami menilai segala macam propaganda atau kampanye hitam terselubung malah bisa menjadi bumerang bagi si penyerang. Sehingga kami tak mau terjebak dalam hal itu. Kami ingatkan kepada masyarakat, apabila ada serangan kampanye hitam yang dikaitkan dengan JWW untuk mengkrosceknya kepada kami, sehingga hal itu tak berbau fitnah,” tuturnya.

Ketua Relawan Teman John Wempi Wetipo, Marshel Morin melihat fenomena di media sosial akhir-akhir ini mulai memanas dan cendrung provokatif, yang bisa menimbulkan SARA dan konflik antarpendukung serta masyarakat.

“Untuk itu saya menghimbau kepada seluruh pendukung dan simpatisan JWW melakukan hal yang sama. Lebih baik kita melakukan pendidikan politik yang baik bagi masyarakat, sehingga proses demokrasi ini bisa berjalan yang kita kehendaki bersama,” jelasnya.

Marchel Morin meminta kepada seluruh pendukung dan relawan untuk cerdas dalam menyampaikan visi misi serta program kerja JWW kepada masyarakat, dibanding melakukan kampanye hitam terselubung.

“Kepada seluruh masyarakat Papua, mari sama-sama kita mengawal pesta demokrasi ini sejak awal sampai pada saat pencoblosan, agar pelaksanaan pilkada berjalan dengan aman dan sesuai dengan ketentuan UU yang berlaku,” harapnya. [Cholid]

Check Also

70 Atlet Ikut Lomba Body Contes dan Binaraga Piala Bupati Jayapura Cup I

SENTANI,– Sedikitnya 70 atlet binaraga dari 7 Kabupaten dan 1 kota di Papua mengikuti lomba ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *