HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » HAI PAPUA » Pukul Warga, Oknum Polisi di Polres Manokwari Dilaporkan ke Bagian Propam
Korban yang dipukul oknum polisi di Manokwari mengadu kepada wartawan/Albert

Pukul Warga, Oknum Polisi di Polres Manokwari Dilaporkan ke Bagian Propam

MANOKWARI,-  Seorang oknum polisi berinisial EK di Polres Manokwari dilaporkan telah melakukan tindakan kekerasan fisik kepada warga atas nama Frangky Mandacan, 1 Agustus lalu. Korban tidak hanya dipukul karena salah paham, namun oknum polisi itu juga mengeluarkan satu kali tembakan peringatan di lokasi kejadian.

Kepada wartawan di kediamannya, Senin (7/8) malam, Frangky menjelaskan, tindakan oknum polisi itu terjadi saat yang bersangkutan juga dipengaruhi minuman keras. Ditanya kronologis, korban menceritakan bahwa awalnya ia mendapat informasi keponakan melempar kaca rumah yang tidak jauh dari rumah korban.

Selanjutnya tetangga di sekitar lokasi melapor keponakannya kepada polisi. Selang beberapa menit setelah kejadian datang anggota polisi ke tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan penahanan kepada yang bersangkutan.

Hanya saja, polisi tidak mengambil yang bersangkutan ke polres untuk dimintai keterangan sesesuai prosedur, tetapi korban mengaku keponakannya dipukul di TKP tanpa ditanya persoalan sebenarnya.

“Saya dengan bapa datang ke rumah untuk melihat keponakan yang dipukul. Padahal kita pikir keponakan bisa diambil ke polres untuk dimintai keterangan sesuai prosedur. Namun tanpa tanya secara baik keponakan dipukul di lokasi kejadian,” ungkap korban Frangky Mandacan.

Korban mengatakan, saat itu ia berniat baik melerai agar pertikaian itu dihentikan, masalah itu diselesaikan secara baik di polisi, namun justru ia diserang oknum polisi tersebut. Karena merasa diancam, ia sempat melakukan perlawanan kepada oknum polisi dan sempat terjadi adu fisik.

Lanjut korban, karena merasa dipukul maka oknum polisi itu keluarkan tembakan peringatan dan sempat ada satu anggota polisi yang amankan korban dan memisahkan pertikaian oknum polisi dengan korban.

Kemudian korban bersama keponakannya dan adiknya diantar ke polres untuk dimintai keterangan. Namun sampai di polres korban kembali dipukul dengan menggunakan kunci motor yang sudah dibungkus dengan tangan, bahkan  korban mengaku ia dipukul lebih dari satu kali. Akibat pemukulan tersebut korban mengalami luka serius di bagian pipi kanan.

Melihat kondisi korban bersimbah darah di bagian muka, korban dilarikan ke UGD RSUD untuk mendapat pertolongan medis. Namun di saat korban ditangani petugas medis, kembali didatangi oknum polisi itu dan kembali melakukan pemukulan saat terbaring di atas tempat tidur.

Akibat perbuatan tidak terpuji dari oknum polisi tersebut membuat petugas medis UGD harus tinggalkan korban dan sempat tidak menangani luka yang dialami korban, karena petugas merasa tidak dihargai oknum polisi tersebut. Korban mengaku akibat pukulan dengan kunci motor di pipi bagian kanan, maka ia harus mendapat sebanyak 8 jahitan.

Terkait masalah ini, Kapolres Manokwari AKBP Christian Ronny Putra yang berhasil dikonfirmasi mempersilakan korban datang melapor kepada bagian Propam. Kapolres menegaskan, ia tidak akan melindungi polisi yang telah membuat pelanggaran dan tetap diproses sesuai perbuatannya.

Kapolres juga menyarankan untuk ditanya kepada bagian Propam Polres Manokwari. Saat dihubungi via telepon Senin malam, Kasi Propam Polres Manokwari Iptu Otto Woff mengaku bahwa masalah tersebut sudah ditangani dan saat ini oknum polisi tersebut telah diperiksa. Dirinya menegaskan bahwa kalau terbukti salah, maka ditindak sesuai perbuatan dan bila perlu copot saja dari kesatuan sehingga jangan merusak citra polisi. [Albert]

Check Also

Distik Atsj Kabupaten Asmat Ratusan Anak Mengalami Campak dan 19 Gizi Buruk

AGAST,-Terhitung sejak Oktober 2017 tahun lalu, hingga tanggal 17 Januari 2018, kemarin, ratusan anak dan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *