HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » GENERAL » Polsek Abepura Limpahkan P21 Perkara Pembunuhan Wanita di Organda
Anggota Polsek Abepura menunjukkan pelaku (tengah baju kotak merah) penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia/Istimewa

Polsek Abepura Limpahkan P21 Perkara Pembunuhan Wanita di Organda

JAYAPURA,- Penyidik Reskrim Polsekta Abepura melimpahkan tersangka MR (33) dan barang bukti atas kasus penganiayaan hingga mengakibatkan Siti Munaroh meninggal dunia kepada jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Jayapura, Jumat (28/7) lalu.

Dari data yang dihimpun menyebutkan penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia tersebut terjadi pada tanggal 15 September 2016 sekitar pukul 10.00 WIT di Blok G Perum Organda Padang Bulan Distrik Heram Kota Jayapura dimana korban dan tersangka pada awalnya tinggal sama-sama.

Kanit Reskrim Polsek Abepura Iptu Fatah Meilana menuturkan kasus penganiayan tersebut lantaran tersangka yang tidak terima korban membuang kotoran upil kepada anaknya yang sedang makan, sehingga tersangka marah dan menganiaya korban hingga meninggal dunia.

“Tersangka yang tidak terima langsung memukul korban dua kali pada bagian wajah. Masih tidak terima, tersangka mengikuti korban ke kamar mandi kemudian tersangka lhangsung benturkan kepala korban di tembok sebanyak dua kali sehingga korban terjatuh dan tergeletak di lantai kamar mandi. Mengetahui korban meninggal, tersangka langsung mengganti kunci rumah kemudian melarikan diri bersama istri dan anaknya ke Makassar tanpa memberitahukan kepada pemilik rumah,” ungkap Fat.

Korban ditemukan pada tanggal  9 Januari 2017 pukul 13.00 WIT, saat pemilik rumah yang disewa oleh tersangka mau masuk ke rumah gunakan kunci serep, namun sudah tidak bisa digunakan lagi sehingga membongkar jeruji  dan masuk melepas engsel pintu.

“Pada saat pemilik rumah masuk di dalam rumah saksi menemukan jenazah korban dalam keadaan tergeletak di dalam kamar mandi dam kondisi jenasah sudah membusuk serta mengeluarkan bau tidak sedap, kemudian saksi melaporkan ke Polsek Abepura,” jelasnya.

Saat melakukan pengembangan terkait bukti-bukti yang ada, tersangka ditangkap di Sulawesi Selatan. “Saat dilakukan penyidikan lebh dari 4 bulan kami berhasil tangkap pelaku di Makassar dan dikembangkan ternyata betul tersangka mengakui perbuataanya.  Tersangka disangkakan sesuai pasal 333 ayat (1) dan ayat (3) KUHP dan atau Pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara,” pungkasnya. [Cholid]

Check Also

Gubernur Papua Barat: Jangan Rendahkan Harga Diri Orang Asli Papua dengan Miras

MANOKWARI,- Toko yang masih menjual minuman keras di Provinsi Papua Barat, khususnya Kabupaten Manokwari agar ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *