HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » Hukum » Polisi Gerebek 4 Rumah Sindikat Penipu, Tangkap 93 Warga China & Taiwan

Polisi Gerebek 4 Rumah Sindikat Penipu, Tangkap 93 Warga China & Taiwan

Wartaplus.  Tim Satgas Mabes Polri menggerebek persembunyian sindikat penipu internasional. Puluhan warga China dan Taiwan “tukang peras” diamankan dalam penggerebekan itu.

Penggerebekan dilakukan di sejumlah tempat; Bali, Batam, Surabaya, dan Jakarta. Di Jakarta, rumah yang digerebek berada di Jalan Sekolah Duta, Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Penggerebekan dilakukan petugas gabungan dari Direktorat Siber Bareskrim, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, dan Polres Kota Depok pada pukul 14.30 WIB. “Ada 29 pelaku yang diamankan, 15 laki-laki dan sisanya perempuan,” ungkap Wadirkrimum Polda Metro Jaya, AKBP Didik Sugiarto.

Menurut Didik, sempat ada 7 WN China yang berupaya kabur lewat genteng saat penggerebekan terjadi. Kepolisian kesulitan masuk ke rumah mewah itu karena pintu depan sudah ditutup permanen dan dilapisi triplek. Petugas langsung ke samping dan mencari pintu untuk masuk. “Kita dobrak pintu hingga pecah kacanya. Ternyata ada yang kabur, lalu kita kejar hingga naik ke atas genteng,” tuturnya. Beruntung, mereka yang mencoba kabur ini tertangkap. Para WN China ini langsung dikumpulkan di ruang tengah rumah tersebut.

Menurut Didik, para WN China ini melakukan kejahatan penipuan atau pemerasan. Siapa korbannya? Kata Didik, korbannya WN China juga yang berada di negeri Tirai Bambu. “Pelaku dan korbannya adalah orang China,” imbuh Didik.

Dari para WN China ini, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa tujuh unit laptop, 31 unit iPad mini, satu unit iPad, 12 unit handytalky, 12 unit router wireless, tiga unit jaringan telekomunikasi, empat telepon selular, 17 keypad numeric, 20 lembar kartu tanda penduduk Tiongkok, dan kartu kredit.

Tim gabungan, menurut Didik, juga bergerak ke sejumlah lokasi, yakni Batam, Bali, dan Surabaya. Di Bali, penggerebekan dilakukan di sebuah vila di Jalan Puri Bendesa kawasan Mumbul. Dari sana diamankan 28 WN China. Sementara di Surabaya, kata Didik, ada 4 titik yang digerebek. Berapa orang yang diamankan? “Dapat info untuk titik pertama itu 42 (orang), titik kedua 39, sisanya belum dapat nfo,” jawabnya.

Informasi yang beredar semalam, total 93 orang diamankan dari 4 titik di Surabaya itu. 26 di antaranya laki-laki. WN China yang digerebek di tempat-tempat berbeda dipastikan Didik melalukan operasi penipuan yang serupa. “Operasinya sama. Kita juga sedang melakukan identifikasi apakah yang di Surabaya, Jakarta dan Bali itu merupakan satu kesatuan, yang penting tetap koordinasi,” tutur Didik.

Korps baju coklat sendiri belum mengetahui pemimpin sindikat ini. Polisi terkendala dengan pelaku yang tidak bisa menggunakan bahasa Indonesia saat pemeriksaan. “Masih kita lakukan pengungkapan, kita juga ada kendala karena mereka menggunakan bahasa sana, makanya kita lakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengungkapkan modus penipuan para WN China ini. Menurutnya, para penipu ini menelepon korban dengan mengaku sebagai aparat keamanan. “Mereka ngakunya jaksa, polisi, lalu mengancam korban dengan menyebut dia terlibat kasus,” ungkap Argo, semalam.

Para pelaku penipuan ini kemudian memeras pelaku. Mereka menjanjikan kasus yang dihadapi korban akan dihentikan bila dia bersedia mengirim uang ke rekening pelaku. “Lalu pejabat yang ditipu kirim uang ke mereka,” imbuhnya. Ketika menyadari tertipu, para korban pun melapor kepada Kepolisian Tiongkok.

Kepolisian negeri tirai bambu itu kemudian berkoordinasi dengan kepolisian Indonesia untuk menangkap pelaku. Menurut Argo, sindikat itu diketahui sudah beroperasi di Indonesia sejak Maret 2017. RM

 

Check Also

Farhat Abbas Laporkan Nikita Mirzani ke Polisi

WARTAPLUS – Farhat Abbas kembali mendatangi Polda Metro Jaya, Selasa, 16 Januari 2018. Kedatangan Farhat ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *