HEADLINE : Akhirnya Bupati Biak Numfor Ditahan - Papua Barat Heboh Ada Penampakan Salju di Raja Ampat - Teganya 7 Remaja Tanggung di Kota Serui Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Temannya ,
Rabu , 20 September 2017
Breaking News
Home » NEWSPLUS » Penyesalan Seorang Ibu yang Nekat Merokok Saat Hamil, Begini Ceritanya
4ca247dd-fd85-4e76-8214-f6ad105639bb_169

Penyesalan Seorang Ibu yang Nekat Merokok Saat Hamil, Begini Ceritanya

WARTAPLUS – Sejak lama, Dayna Allen merokok. Bahkan, dalam sehari dia bisa mengisap 10 batang rokok. Saat hamil pun, Dayna tetap ‘ngebul’ hingga penyesalan serta rasa bersalah menghinggapi dirinya, setelah sang anak lahir.

Dayna mengandung anak pertamanya di usia 19 tahun. Saat itu, Dayna sudah merokok. Ketika si kecil lahir, betapa sedihnya hati Dayna saat bayinya, yang masih berumur beberapa jam harus menggunakan ventilator karena ia kesulitan bernapas. Kondisi si kecil terjadi akibat kebiasaannya merokok.

Sebenarnya, Dayna sudah mengurangi frekuensi merokoknya. Tapi, berangkat dari apa yang dia alami, Dayna sadar kalau ternyata, sedikit saja paparan rokok pada bayi di kandungan bisa mengakibatkan dampak yang fatal. Kata Dayna, terlihat bagaimana plasentanya memiliki bintik-bintik hitam, Bun.

“Bahkan kerusakan kecil saja bisa berdampak fatal untuk bayi. Untungnya, kini putri saya yang sudah berusia 5 tahun bisa tumbuh dengan sehat,” kata Dayna kepada NZ Stuff.

Sekarang, Dayna lagi mengandung anak keduanya dengan usia kehamilan 7 bulan, Bun. Dayna beruntung karena lima bulan lalu dia sudah berhenti merokok. Tapi, penyesalan masih dirasakan Dayna saat ini. Untuk itu, ia bergabung dengan Once for All untuk membantu para perokok berhenti merokok.

“Saya merasa bersalah dengan apa yang terjadi pada anak saya dan saya tidak ingin ini terjadi pada anak lain,” kata Dayna yang kini berusia 25 tahun.
Dayna pertama kali merokok saat usianya 15 tahun. Supaya terlihat keren di depan teman-teman, alasannya kala itu. Tapi, siapa sangka Dayna jadi kecanduan rokok. Setiap bertengkar dengan pasangan, ia akan merokok. Setiap istirahat bekerja, ia pun merokok.

“Bahkan setiap ngopi, saya juga merokok. Untungnya, kini saya menghindari pemicu timbulnya keinginan saya merokok sehingga saya bisa menghentikan kebiasaan saya,” kata Dayna.

Dikutip dari Better Health, saat ibu hamil merokok, maka pasokan oksigen ke bayi yang belum lahir akan berkurang. Bahan kimia pada rokok termasuk karsinogen juga bakal mengalir ke janin, Bun. Nah, efek merokok untuk bayi yang dikandung, di antaranya mengurangi suplai oksigen akibat karbon monoksida dan nikotin dan terhambatnya perkembangan serta pertumbuhan calon bayi.

Selain itu, ada peningkatan risiko bibir sumbing pada calon bayi, menurunkan gerakan janin di rahim minimal satu jam setelah merokok, kemudian gangguan perkembangan dan kerja plasentar serta perubahan pada otak dan paru-paru calon bayi.

Untuk itu Bun, hindari rokok sekarang juga. Kalau Bunda sedang hamil, tidak merokok, tapi pasangan merokok, yuk minta mereka berhenti merokok. Ini demi buah hati. Karena, kenikmatan mengisap berbatang-batang rokok tidak akan bisa membayar dampak buruk yang bisa terjadi pada bayi akibat terpapar asap rokok sejak di dalam kandungan.

[VIVA]

Check Also

Herman Tilke

MotoGP, Indonesia Siap Saingi Finlandia

Wartaplus. Desainer sirkuit kenamaan, Herman Tilke sangat yakin MotoGP Indonesia di Palembang bisa digelar pada ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *