Ekonomi

Penyederhanaan Tarif Sterum, Jonan Tunggu Restu Senayan

Ignasius Jonan

Wartaplus. Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menegaskan, penyederhanaan golongan listrik bukan akal-akalan pemerintah untuk menaikkan tarif listrik.

“Tidak ada akal-akalan. Saya nggak tahu itu, ini soal kepercayaan publik. Semua kan bergantung bapak-bapak dan ibu-ibu (Komisi VII). tarif listrik dinaikkan atau tidak kan semua buuth persetujuan Komisi VII,” ujar Jonan.

Seperti diketahui, pemerintah berencana menyederhanakan golongan pelanggan listrik. Pelanggan listrik non subsidi mulai dari 900 Volt Ampere (Va), 1.300 VA, 1.200 Va akan disamakan menjadi 5.500 VA.

Jonan mengungkapkan, saat ini pihaknya masih melakukan sosialisasi terkait usulan penyederhanaan golongan listrik. Menurutnya, jika rencana penyederhanaan tarif disetujui, tidak semerta –merta akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. “Kami test the water dulu, karena listriknya belum ada. Ini hanya diskusi apakah ini masyarakat mau terima atau tidak. Apakah ini mau dijalankan tiga bulan lagi? Listriknya belum ada. Listriknya darimana?” tuturnya.

Jonan menuturkan, pihaknya mendorong penyederhanaan golongan listrik bertujuan untuk mendorong produktivitas sektor usaha mikro kecil menegah (UMKM). Dengan lebih leluasa mengakses listrik, mereka bisa lebih produktif.

Jonan memastikan masyarakat tidak akan dikenai biaya terkait program ini. Dia yakin penambahan daya listrik ke depan sangat dibutuhkan. Tidak hanya untuk mendukung kegiatan ekonomi, namun juga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ketua Komisi VII Gus Irawan Pasaribu menilai, kebijakan penyederhanaan golongan listrik dipahami sebagai rencana kenaikan tarif listrik menunjukkan ada komunikasi yang belum optimal.

Dia meminta rencana dan konsep penyederhanaan golongan tarif diserahkan ke DPR agar pihaknya bisa mempelajarinya lebih detail. Selain itu, perlu bahan untuk berkomunikasi dengan masyarakat saat reses.
“Ini menyangkut hidup orang banyak, kami perlu bicara dulu dengan banyak pihak,” imbuhnya. RM

Leave a Reply

*

*

advertisment
advertisment
advertisment