HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » Ekonomi » Penerima Dana Bantuan Wajib Kembangkan Usaha
Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Louis Nauw, saat memberikan bantuan dana bagi beberapa ibu yang mengikuti pelatihan menajeman ekonomi di Aula Balai Diklat Pertanian Sentani, Senin (17/7)/Aka

Penerima Dana Bantuan Wajib Kembangkan Usaha

SENTANI,- Guna meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga menengah ke bawah, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BPPPA) Kabupaten Jayapura melaksanakan pelatihan menajeman ekonomi keluarga bagi 50 orang perwakilan dari 19 Distrik di Kabupaten Jayapura yang dipusatkan di Aula Balai Diklat Pertanian Sentani, Senin (17/7).

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BPPPA) Kabupaten Jayapura, Dra. Maria Bano, kepada wartawan, mengatakan, pelatihan peningkatan pendapatan ekonomi keluarga difokuskan pada cara pembuatan noken dan pengolahan sagu sehingga memiliki nilai ekonomis.

Menurutnya, program pelatihan seperti ini telah dilakukan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir dan menghasilkan beberapa pengrajin noken yang ada di kabupaten jayapura.

“Dalam 3 tahun kami bina ini sudah ada hasil di Kampung Puai, mereka itu selalu memberikan kontribusi bagi kami. Contoh kalau ada tanu yang datang mereka sumbangkan hasil kerajinan tangan (noken) mereka kepada tamu yang datang,” kata Maria kepada wartawan, Senin (17/7).

Selain pelatihan, para peserta juga diberikan modal usaha masing-masing Rp 3 juta. Namun dalam perjalanannya, dana tersebut di pakai oleh warga untuk keperluan sehari-hari, sehingga usaha yang dibuat tidak berkembang. Untuk itu melalui  pelatihan kali ini masyarakat yang menerima bantuan dapat memanfaatkannya untuk mengembangkan ekonomi kreatif yang diberikan oleh badan pemberdayaan perempuan.

“Kita harap mereka yang menerima bantuan dana ini tidak menghabiskan dana tersebut untuk keperluan sehari-hari, tapi dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mengembangkan usaha mereka. Nah ini yang nanti kita lakukan pendampingan kepada mereka,” jelasnya.

usaha

Sementara itu, Staff Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Louis Nauw, memberikan apresiasi kepada Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BPPPA) Kabupaten Jayapura yang telah menyelenggarakan pelatihan tersebut, dan berharap kerajinan tangan yang dihasilkan oleh ibu-ibu dapat diperjual belikan di masyarakat sehingga meningkatkan ekonomi keluarga.

“Kegiatan ini sangat positif karena menghasilkan sesuatu. Ini adalah bagian dari Otonomi Khusus (Otsus) yakni pemberdayaan perempuan, memberikan kesempatan bagi perempuan untuk berkarya, ini juga bagian dari mencerdaskan mama-mama yang ada di Kampung-Kampung,” jelasnya.

Menurutnya, noken merupakan salah satu budaya masyarakat papua, sehingga wajib dikembangkan oleh masyarakat. Apalagi saat ini toko, swalayan di papua menerapkan plastik  berbayar kepada masyarakat  setiap kali belanja. sehingga diharapkan noken mampu menjadi pengganti dari plastik.

“Perlu diketahui oleh semua masyarakat bahwa Noken adalah jati diri dan chiri khas orang Papua, kemanapun kita pergi jangan lupakan identitas itu. Kita harap juga dengan adanya Noken mampu mengganti plastik berbayar, sehingga saat orang belanja tidak lagi menggunakan plastik, tetapi noken, mari kita tunjukan kepada masyarakat indonesia bahwa kita tidak bergantung pada plastik, tapi kita punya noken,” tandasnya. [Aka]

Check Also

Polisi Bekuk Dua Pengedar Sabu di Timika

JAYAPURA,–Dua pengedar narkotika jenis sabu berinisial IS (22) dan N alias Acok (22) berhasil dibekuk ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *