HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » GENERAL » Pemprov Papua Bakal Luncurkan Program Bantuan Subsidi Dana Segar Bagi Anak dan Lansia
Gubernur Papua, Lukas Enembe (batik kuning depan) berfoto bersama jajaran LSM Kompak usai pertemuan di Jakarta/Istimewa

Pemprov Papua Bakal Luncurkan Program Bantuan Subsidi Dana Segar Bagi Anak dan Lansia

JAKARTA, – Guna menekan Index Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Papua yang masih sangat rendah, mengurangi angka kematian ibu dan anak serta perbaikan gizinya, pemerintah provinsi Papua bakal meluncurkan program Bantuan Subsidi Dana Segar Bagi Anak dan Lansia.

Gubernur Papua, Lukas Enembe kepada pers di Jakarta, Jumat (21/7) mengemukakan, sebagai langkah awal di wilayahnya dalam bentuk bantuan dana segar (fresh money) diberikan kepada anak usia  0 – 4 tahun dan kemudian usia lanjut 60 tahun ke atas. Dimana sumber dana ini akan bersumber dari dana Prospek.

“Ada program 1000 hari kehidupan dan Generasi Emas Papua yang sudah berjalan selama ini. Namun untuk program ini menjadi 1400 hari selama 24 bulan. Dimana pemerintah akan melakukan intervensi kepada ibu hamil mengenai gizinya dan juga anaknya. Selama ini kita ada program Prospek namun kelihatannya belum tepat sasaran,”ungkap Gubernur usai bertemu dengan KOMPAK lembaga kemitraan antara Pemerintah Australia dan Indonesia yang mendukung program pengentasan kemiskinan Pemerintah Indonesia sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Dalam pertemuan itu Gubernur didampingi Sekda Papua Hery Dosinaen,  Asisten Bidang Umum Sekda Papua Elysa Auri, Kepala Bappeda Muh Musa’ad, Karo Hukum Setda Papua Derek Hegimur, Kepala BPKAD Papua Ridwan Rumasukun.

Tiga Kabupaten

Untuk memulai program ini, kata Gubernur, akan dimulai di tiga Kabupaten yang mewakili wilayah adat yakni Kabupaten Lanny Jaya mewakili La Pago, Paniai mewakili Mee Pago dan Asmat mewakili wilayah Animha.

“Ketiga kabupaten ini akan dicoba terlebih dahulu. Jika program ini sukses. Maka bantuan Perlindungan Sosial (PS) ini khusus untuk anak usia 0 – 4 tahun. Dimana akan menghasilkan anak – anak yang lebih tinggi badannya, cerdas dan lebih mudah untuk meraih sukses dalam hidupnya,” jelas Gubernur

“Anak  – anak usia emas ini di subsidi dimana nantinya mereka akan mempunyai rekening,”sambungnya.

Adapun mekanismenya, nantinya akan didata dulu seluruh anak – anak di tiga kabupaten ini baru kemudian diberikan uang sebesar Rp.200 ribu – Rp. 300 ribu/bulan kepada mereka.

Gubernur menambahkan, dana prospek ini, bersumber dari dana provinsi. Namun  akan juga ikut diawasi oleh pemerintah kabupaten.

Diketahui Dana Prospek Provinsi Papua sendiri berjumlah Rp. 600 milyar. “Kita mau efektifkan dari desa pindah kepada individu jadi mereka akan ada pendampingan. Jadi tidak kepada kepala desa. Akan tetapi langsung kepada masyarakat dan keluarga. Nantinya ada penguatan kepada regulasinya,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Bappeda Papua Muh Musa’ad mengungkapkan, pada intinya penggunaan dana ini untuk mengurangi angka kematian ibu dan anak serta bayi yang selama ini masih tinggi di provinsi tertimur Indonesa ini.

“Dengan dana ini mungkin bisa meminimalisir. Kemudian kebutuhan gizi untuk bayi dan balita menjadi penting. Jadi ada nanti manajemen dimana masyarakat juga dilatih untuk mengelola dana ini, sehingga tidak sembarangan dia konsumsi untuk kebutuhan anak ini,”jelasnya.[Riri]

Check Also

Besok, KONI Pusat Akan Melantik Pengurus KONI Papua

JAYAPURA,- Sebanyak 70-an pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua akan dilantik oleh Ketua KONI ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *