HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » GENERAL » Pemerintah Siap Dukung Pelayanan Gereja GIDI di Tanah Papua
Sekda Papua, Hery Dosinaen saat meresmikan Gedung Gereja Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) Polomo Sentani, Sabtu (5/8)/Istimewa

Pemerintah Siap Dukung Pelayanan Gereja GIDI di Tanah Papua

SENTANI,- Pemerintah Provinsi Papua siap mendukung pelayanan Gereja GIDI diatas tanahbPapua demi mewujudkan visi misi Papua Bangkit Mandiri dan Sejahtera.

Demikian disampaikan Sekertaris Daerah Papua, Hery Dosinaen dalam arahannya usai meresmikan Gedung Gereja Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) Polomo Sentani, Sabtu (5/8).

“Pemerintah Provinsi Papua ada dan siap mendukung pelayanan gereja GIDI di Papua maupun daerah lain di Indonesia,” katanya.

Di kesempatan itu, Sekda juga menyampaikan terima kasih kepada Gereja karena telah banyak membantu pemerintah membuka keterisolasian di tanah Papua.

“Pemerintah apresiasi semua upaya dan kerja keras semua pendahulu kita, khususnya gereja, bahwa keterisolasian daerah yang sampai hari ini menjadi tantangan bagi kita sebelum kehadirian pemerintah, gereja telah membuka keterisolasian itu,” ujarnya.

Lanjut jelasnya, dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari ancaman paham radikalisme, maka Pemerintah, adat dan agama harus bersatu menjaga persatuan dan kesatuan. “Kita bersyukur dengan persatuan dengan kesatuan, toleransi antar umat beragama yangluar biasa di Papua, sampai hari ini tidak ada gesekan atas nama agama. Itu tanda bukti kerja keras dari smeua pihak termasuk tokoh gereja dan agama lainnya,” ucap Sekda Hery

“Pemerintah Provinsi Papua bersama Kapolda, Pangdam dan stakeholder lainnya, kita harus bersatu padu menangkal semua gerakan radikal atau orang yang datang diatas tanah ini dengan tujuan tertentu yang dapat mereduksi persatuan dan keanekaragaman budaya, agama diatas tanah ini,” sambungnya.

Oleh  karena itu,  Sekda mengimbau kepada semua pihak, untuk bersama-sama melihat masalah-masalah konteporer yang terjadi diatas tanah ini, dan siap menangkal semua masalah yang menggangu keamanan dan ketentraman kita diatas tanah Papua.

Sementara itu, Pdt Lipyus Biniluk selaku pendiri Pos Pekabaran Injil (PI) Polomo Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) mengatakan, Gereja  GIDI Palomo Sentani yang diresmikan sebelumnya ada Pos PI yang didirikannya tahun 2003 sewaktu kembali ke Jayapura dari pulau Jawa.

“Watu itu tahun 2003 saya kembali dari Jawa, saya membuka Pos PI hanya di rumah dan terus berkembang, hingga didirikannya gereja ini, tetapi saya tidak menjadi gembala, diserahkan kepada jemaat,” ujar Pdt Lipiyus Biniluk.

Ia melihat, jemaat di Polomo jumlahnya masih sedikit, namun kualitasnya jemaat sangat luar biasa dalam menjalankan amanat gereja. “Oleh karna itu, kalaupun saya bukan jemaat Polomo, tapi saya mendukung penuh kegiatan Pekabaran Injil mereka. Saya mendukung kegiatan pelayanan mereka, dengan peresmian gedung gereja ini, pelayanan dan jumlah jemaat diharapkan lebih banyak dan aktivitas pelayanan injil lebih giat kedepan,” katanya.

Lipiyus menambahkan, pelayanan Gereja Polomo bukan saja di Jayapura dan sekitarrnya, tetapi sampai daerah daerah gunungan Papua, bahkan daerah Korowai. “Gereja Polomo ikut membantu secara financial pelayanan jemaat GIDI di Korowai. seperti bencana alam di sana beberapa waktu lalu, jemaat Polomo kirim barang satu pesawat. Jadi, saya senang peresemian Gereja ini tandanya gereja itu hidup,”tutupnya.[Riri]

Check Also

Besok, KONI Pusat Akan Melantik Pengurus KONI Papua

JAYAPURA,- Sebanyak 70-an pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua akan dilantik oleh Ketua KONI ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *