HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » Ekonomi » Pemerintah Impor Garam Konsumsi 75 Ribu Ton

Pemerintah Impor Garam Konsumsi 75 Ribu Ton

 

Wartaplus. Untuk mengatasi kelangkaan dan lonjakan harga garam, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengeluarkan izin impor garam bahan baku untuk garam konsumsi sebanyak 75.000 ton.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan mengatakan, keputusan impor tersebut diambil setelah antar kementerian terkait duduk bersama membahas kelangkaan garam di Tanah Air belakangan ini.

“Ada kebutuhan mendesak, kami  tugaskan PT Garam melakukan impor garam bahan baku untuk garam konsumsi, itu istilahnya. Kami tugaskan impor 75.000 ton,” kata Oke di Jakarta.

Dia menargetkan garam impor tersebut masuk pada 10 Agustus. Garam itu akan datang melalui tiga pelabuhan Indonesia. Dia berharap bertambahnya pasokan akan membuat pasokan garam dari dalam negeri kembali normal.

Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Brahmantya Satyamurti Poerwadi menambahkan, impor perlu dilakukan karena jumlah produksi dalam negeri saat ini jauh dari kondisi normal. Biasanya, dalam sebulan mampu dihasilkan sekitar 166.000  ton garam konsumsi per bulan namun berdasarkan hasil verifikasi produksi Mei 2017—Juli 207 hanya 6.200 ton.

Dia meminta, petani tidak perlu khawatir karena Satuan Tugas Pengendali Pangan akan mengawal proses distribusi.

Impor garam diatur melalui Undang Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam. Dalam mengeluarkan izin kepada PT Garam, Kemendag memerlukan adanya rekomendasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Di tempat yang sama, Direktorat Tindak Pidana Khusus Bareskrim Brigjen Pol Agung Setya menyatakan siap mengawal distribusi garam impor.

“Satgas Pangan akan kawal, dampingi pengadaan garam sampai ke konsumen. Kita ingin pastikan proses enggak ada rembesan di daerah,” tutur dia.

Seperti diketahui, harga garam konsumsi  melambung hingga 400 persen. Hal ini terjadi karena komoditas itu langka.  Salah satu penyebabnya antara lain keterlambatan pemerintah melakukan impor. KKP dan Kemendag beda persepsi mengenai definisi garam konsumsi.

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyayangkan Indonesia impor garam. Menurutnya, agak aneh dan janggal, Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, mengalami kelangkaan garam.

Djarot memastikan pasokan garam di ibukota masih aman, tidak ada kelangkaan.

Dia curiga, kelangkaan dipicu ulah para spekulan yang menginginkan pemerintah mengimpor garam dari negara lain. “Ini dugaan saya aja lho ya. Jika benar langka, pemerintah pusat harus bertanggung jawab. Kita harapkan ada solusi yang terbaik supaya pergaraman di Indonesia bisa kembali bangkit,” pintanya. RM

Check Also

Jelang Pilkada, PPATK: Bank Daerah Rawan Disalahgunakan

Wartaplus. Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin mewanti-wanti bangkir untuk lebih ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *