HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » GENERAL » Pembangunan Venue di Biak, Bupati Optimistis Rampung Sebelum PON 2020 Digelar
Bupati Kabupaten Biak, Thomas Ondy/Riri

Pembangunan Venue di Biak, Bupati Optimistis Rampung Sebelum PON 2020 Digelar

JAYAPURA, – Pemerintah Kabupaten Biak opitimistis pembangunan venue PON dapat terselesaikan sebelum pesta olahraga empat tahunan itu digelar pada 2020 mendatang.

Bupati Biak, Thomas Ondy kepada pers di Jayapura, Selasa (18/7) mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyelesaikan pembahasan lahan milik warga yang tanahnya akan digunakan sebagai lokasi pembangunan venue.

“Untuk venue sementara masih dalam tahap pembebasan lahan. Dimana bertempat di Oridet dan Biak Timur dan, venue lain yakni menggunakan Bandara Kaisiepo untuk cabor Aero Modelling. Kami sedang mengupayakan ke beberapa marga sebagai pemilik hak ulayat untuk selesaikan, kalau sudah selesai baru mulai pembangunan,” katanya.

Ondy menyebutkan, untuk pembangunan venue di Biak hanya satu saja yang dibangun. Sebab untuk penyisihan sepak bola masih menggunakan stadion Mandala atau stadion lama. “Jadi kalau untuk cabor Hoky gunakan stadion baru,” terangnya.

“Kita bisa targetkan pembangunan selesai tepat waktu sebelum perhelatan dimulai. Saat ini tinggal selesaikan dengan marga (pemilik ulayat-red). Tahun ini juga kita telah anggarkan dalam APBD untuk pembayaran tahap awal pembangunan venue. Setelah itu baru kita laporkan ke Gubernur,” jelasnya.

Sementara itu untuk total anggaran pembangunan venue, Ondy mengaku belum bisa menyebutkan. Sebab pihaknya hanya diberi kewenangan untuk mengurus masalah pembebasan lahan. “Untuk membangun venue, anggaran disiapkan dari pusat/ PB PON,” imbuhnya.

Terkait pembayaran lahan, diakui Ondy, disesuaikan dengan ketentuan perundangan. “Karena kita buka ditawarkan oleh pemilik hak ulayat sangat mahal. Sehigga kami berupaya membayar sesuai harga tanah. Tapi nanti kita dedikasikan pembayaran yang lain berupa bantuan rumah bantuan, pendidikan kepada pemilik hak ulayat,” katanya.

Disinggung soal penggunaan lahan untuk Aeromodelling? Ondy mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Banggar . “Pihak AU sudah siap kita hanya menggunakan bandara kaisiepo. Sementara tinggal persetujuan dari pihak angkasa pura,” terangnya.

Rencana ada lima cabor yang menggunakan satu venue. Sementara cabor hoki, dan penyishan bola kaki dan aeromodelling.

Sekda Biak, Markus Masnembra mengatakan, anggaran untuk pembebasan lahan disesuaikan dengan kebutuhan. “Sesuai dengan apa yang disampaikan bupati biaya pembebasan lahan sudah dianggarKan dalam anggaran perubahan. Jadi posisi anggaran standby nanti kalau dibutuhkan langsung dicairkan,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua I KONI Pusat, Suwarno mengatakan tuan rumah PON 2020 di Papua bisa dipindahkan jika sampai 2018 venue tidak siap. Sejak peletakan batu pertama pembangunan stadion Papua Bangkit oleh Presiden Jokowi pada 2015 lalu, namun baru mulai dibangun tahun ini. Ia juga menyoroti karena belum ada tanda pembangunan venue di lima kawasan yakni Jayawijaya, Merauke, Mimika Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura. Sejauh ini baru Kabupaten Mimika, kota dan kabupaten Jayapura yang terlihat siap menghadapi pelaksanaan PON XX tahun 2020 mendatang. [Riri]

Check Also

Enggar Paparkan Alasan Impor Beras, Tiga Bulan Operasi Pasar Tetapi Harga Ogah Turun

Wartaplus. Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartisto Lukita, buka-bukaan dibalik alasan pemerintah melakukan impor beras. Menurutnya, kebijakan itu ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *