GENERAL

Pelantikan Bupati Terpilih Puncak Jaya, Gubernur : Bupati Harus Rangkul Kelompok OPM

Wakil Bupati terpilih Kabupaten Puncak Jaya Deinas Geley menandatangani berita acara pelantikan yang  disaksikan Gubernur Papua, Lukas Enembe/Riri
Wakil Bupati terpilih Kabupaten Puncak Jaya Deinas Geley menandatangani berita acara pelantikan yang disaksikan Gubernur Papua, Lukas Enembe/Riri

MULIA, – Yuni Wonda – Deinas Geley resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Puncak Jaya periode 2017 – 2022.

Pelantikan oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe berlangsung di Sasana Kaonak Kantor Bupati, Kota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Kamis (7/12) siang.

Acara pelantikan dihadiri oleh jajaran Forkopimda Papua, sejumlah Pimpinan SKPD yang sebelumnya pernah bertugas di Puncak Jaya. Hadir pula Mantan Bupati Puncak Jaya, Elieser Renmaur, perwakilan Kemendagri, Muspida Puncak Jaya, perwakilan partai pengusung, dan seluruh komponen masyarakat Puncak Jaya.

Salah satu yang ditekankan Gubernur Papua, Lukas Enembe dalam sambutannya adalah Bupati dan Wakil Bupati terpilih harus dapat merangkul kelompok yang berseberangan dengan NKRI, mengingat kabupaten Puncak Jaya merupakan salah satu Kabupaten yang menjadi basis kelompok separatis bersenjata, Tentara Pembebasan Nasional (TPN) Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Goliat Tabuni

“Tahun 2004 kelompok yang berseberangan ini mulai masuk ke Puncak Jaya dari Timika. Semenjak itu kami tiap hari hanya sibuk urus jenazah (korban penembakan kelompok OPM). Oleh karena itu selaku Gubernur saya meminta bupati dan wakil bupati terpilih harus mampu merangkul mereka untuk bersama sama membangun daerah ini. Saya percaya kalian mampu lakukan ini, karena kita orang puncak jaya juga adalah bagian dari NKRI,” kata Gubernur Lukas yang pernah menjabat sebagai Bupati dan juga Wakil Bupati Kabupaten Puncak Jaya.

“Kita harus bangun negeri ini, Gubernur orang Puncak Jaya jadi ribut ribut untuk apa ? Kita harus bangun negeri ini dalam kerangka NKRI. Apalagi Presiden Jokowi punya perhatian luar biasa untuk bangun Papua,” sambungnya.

Rangkul Lawan Politik

Gubernur juga meminta Bupati dan Wakil Bupati terpilih untuk dapat merangkul mereka yang berseberangan politik saat pilkada. Hal ini penting agar tidak terjadi gesekan gesekan di masyarakat yang dapat mengganggu situasi keamanan dan menghambat pembangunan di Puncak Jaya.

“Semuanya harus terus bergandengan tangan termasuk dengan mereka yang berseberangan politik didalam melaksanakan tugas membangun Kabupaten Puncak Jaya,” pintanya.

Dikesempatan itu Gubernur menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada mantan Bupati, Henok Ibo atas karya bhaktinya memimpin kabupaten yang dimekarkan dari Kabupaten induk Nabire pada 1996.

“Terima kasih atas pengabdiannya membangun kabupaten ini selama lima tahun sebagai Bupati. Bupati terpilih (Yuni Wonda) adalah kader yang telah bapak siapkan untuk melanjutkan kepemimpinan di daerah ini,” ucapnya.

Usai acara pelantikan dilanjutkan dengan pelantikan dan serah terima Ketua TP PKK Kabupaten Puncak Jaya dari Ny.Mience Hana Norawari Ibo kepada Ny.Waminop Ursula Wonda oleh Ketua TP PKK Provinsi Papua Ny.Yulce Enembe. Setelah itu acara pesta rakyat bakar batu bersama dengan seluruh masyarakat.

Kabupaten Puncak Jaya menjadi salah satu kabupaten dari 11 Kabupaten yang melaksanakan Pilkada serentak jilid II 2017 di Papua. Menarik, karena diikuti oleh tiga petinggi pemerintahan di daerah ini yang mencalonkan diri sebagai Bupati yakni Bupati Henok Ibo, Wakil Bupati Yustus Wonda dan Sekda Yuni Wonda.

Sayangnya, pesta demokrasi lima tahunan didaerah ini harus dinodai dengan konflik antar pendukung ketiga pasangan calon yang berujung pada jatuhnya korban jiwa dan aksi pembakaran rumah serta fasilitas pemerintahan. Konflik dipicu atas hasil putusan Mahkamah Konstitusi terhadap hasil pemungutan suara ulang di 6 Distrik.[Riri]

Leave a Reply

*

*

advertisment
advertisment
advertisment