HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » HAI PAPUA » Pasca Bentrok Antara Nelayan di Pomako Timika, Mapolsek Kawasan Pelabuhan Jadi Tempat Pengungsian
Nelayan/youtube.com

Pasca Bentrok Antara Nelayan di Pomako Timika, Mapolsek Kawasan Pelabuhan Jadi Tempat Pengungsian

TIMIKA,-Sekitar 103 nelayan  terpaksa diungsikan di Mapolsek Kawasan Pelabuhan Pomako pada Rabu (9/8) menyusul kerusuhan yang sempat terjadi pada sore harinya. Untuk meredakan situasi, satu pleton Dalmas Polres Mimika disiagakan melakukan pengamanan di sekitar Mapolsek Kawasan Pelabuhan Pomako. Informasi yang dihimpun, kondisi di area Pelabuhan Pomako saat ini berangsur kondusif.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat setempat masih melakukan pemalangan jalan menuju Pelabuhan Pomako bersenjatakan kapak parang dan tombak. Pengendara yang hendak menuju pelabuhan terpaksa berbalik ke kota Timika.

“Tidak ada lagi yang pakai batu, semua senjata tajam. Di dalam mobil kita hanya bisa menunduk,” cerita seorang sopir yang sempat mobilnya dirusak massa yang melakukan pemalangan.

Akibat pertikaian tersebut, seorang warga bernama Theo Cakatem berusia 20 tahun tewas diduga karena luka tembak di bagian perutnya yang tembus ke pinggang. Korban disemayamkan di kamar jenazah RSUD Mimika. Ayah kandung korban, Theo Kamtar bersama kerabat dekatnya menunggui jenazah korban. [Tahir]

 

[Baca juga: Dua Kelompok Nelayan di Timika Bentrok Satu Tewas Tertembak]

Check Also

OSO Kantongi SK Menkumham, Wiranto: Tidak Ada Munaslub

Wartaplus. Konflik internal yang melanda Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) bakal reda. Pasalnya, tidak ada agenda ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *