HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » NEWSPLUS » Nyalon Kepala Daerah, Sekda Jabar Diusulkan Diberhentikan
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (kanan) menerima pimpinan Asian Wind Educational Foundation Okayama Institute of Languages Hiroko Katayama, di Bandung, Jawa Barat, Senin (24/7). Kunjungan pimpinan yayasan tersebut dalam rangka menyampaikan gagasan kepada pihak pemprov Jabar tentang pengembangan program profesional ke Jepang bagi lulusan SMA dan SMK yang dituangkan dalam konsep "Indonesian Support NET" (ISN), dan tahun ini direncanakan diberangkatkan 18 orang siswa lulusan SMA dan SMK yang telah lulus seleksi pihak Sentra Global Edukasi (SGE) dan tim dari Okayama. ANTARA FOTO/Agus Bebeng/ama/17

Nyalon Kepala Daerah, Sekda Jabar Diusulkan Diberhentikan

Wartaplus. Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan alias Aher melayangkan surat usulan pemberhentian Sekertaris Daerah (Sekda) Jabar Iwa Karniwa pada Presiden Joko Widodo. Surat itu diserahkan menyusul Iwa berencana maju Pilgub Jabar 2018.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, sudah menerima surat dari Gubernur Aher. Isinya, agar Jokowi memberhentikan Iwa Karniwa dan kembali melakukan proses seleksi untuk mengisi posisi Sekda Jabar.
Tjahjo mengatakan, akan merespon surat Aher itu karena posisi Sekda sangat strategis dalam pemerintahan daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota.
“Sekda tangan kanannya gubernur, bupati, serta walikota. Saya tidak ingin pemerintahan di Jawa Barat terganggu,“ ucap Tjahjo usai Halal Bihalal dengan Praja IPDN di Jatinangor, Sumedang, Jabar, kemarin malam.  Tjahjo menilainya, ketidaksamaan pendapat pada Aher serta Iwa adalah hal yang umum. Dia tidak mau karna ketidaksamaan pendapat menganggu percepatan pembangunan yang dikerjakan pemerintah.
”Masalah orangnya lain pendapat bisa, asal jangan pernah mengganggu jalannya program pemerintah. Ini menyangkut program strategis pemerintah pusat, hingga daerah. Ini untuk semua daerah, bukan sekedar di Jawa barat, ” jelas Tjahjo.
Politisi PDIP ini mengatakan, tidak masalah jika pemberhentian Iwa sebelum pensiun. Karena, pengangkatan dan pemberhentian Sekda ditetapkan melalui Keppres atas usulan kepala daerah. “Mau sehari ataupun seminggu menjabat kemudian diberhentikan tidak jadi soal. Yang penting keberlangsungan pemerintahan,” tegasnya.
Sebelumnya, Aher telah mengirimkan surat usulan pemberhentian Sekda Jabar Iwa Karniwa ke Presiden melalui Mendagri Tjahjo Kumulo, pada Jumat, 20 Juli 2017. Hal itu direspon Mendagri Tjahjo Kumolo dan meminta Aher mengirim surat permohonan pemberhentian Sekda Jabar sekaligus pembentukan Panitia Seleksi penggantinya saat bertemu di kantor BPKP, Jakarta, Selasa (18/7).
“Sebelum Mendagri, Senin malam, 17 Juli 2017, saya ditelepon Dirjen Otda Depdagri Sumarsono tentang netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Keduanya menekankan tentang etika ASN terkait politik praktis,” kata Aher di Gedung Pakuan, Sabtu (22/7). RM

Check Also

Enggar Paparkan Alasan Impor Beras, Tiga Bulan Operasi Pasar Tetapi Harga Ogah Turun

Wartaplus. Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartisto Lukita, buka-bukaan dibalik alasan pemerintah melakukan impor beras. Menurutnya, kebijakan itu ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *