HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » ENTERTAINMENTPLUS » Najib Lembek Ke Yerusalem, Rakyat Malaysia Iri Ke Jokowi

Najib Lembek Ke Yerusalem, Rakyat Malaysia Iri Ke Jokowi

Wartaplus. Beda orang beda gaya. Termasuk, Presiden Jokowi dengan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. Warga Malaysia, ternyata iri Indonesia punya Presiden Jokowi, dan malu punya PM Najib lantaran tidak sekeras Indonesia merespon soal langkah Amerika Serikat mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Jokowi melalui akun Twitternya mengatakan mengecam keras kebijakan Presiden Donald Trump itu. Menurut Jokowi pengakuan itu melanggar resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB. Jokowi memberikan statment ini mewakili rakyat Indonesia.

“Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak Amerika Serikat terhadap Jerusalem sebagai ibu kota Israel,” cuit Jokowi. “Pengakuan itu melanggar resolusi DK dan Majelis Umum PBB. Saya dan rakyat Indonesia tetap konsisten bersama rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya -Jkw” tulis Presiden Jokowi.
Sebenarnya, PM Malaysia Najib Razak juga memberikan komentar senada. Namun netizen Malaysia menilai pemimpinnya itu tidak tegas dalam bersikap. Banyak juga yang mempertanyakan kenapa Najib sampai merasa perlu membawa-bawa nama partainya: UMNO.

“Saya selaku Presiden UMNO dan Perdana Menteri Malaysia, mengajak semua bangun dan zahirkan pendirian selantang-lantangnya, agar dunia dengar gema suara Umat Islam Malaysia, kita tolak sekeras-kerasnya cadangan jadikan Baitul Maqdis sebagai ibu negara Israel sampai bila-bila !” kicaunya.

Ternyata statement Jokowi dan Najib mendapat perhatian netter di Malaysia. Misalnya, dari @bongkersz yang menilai ada perbedaan atas nama dari pengecaman dua kepala negara itu. Jokowi atas nama rakyat Indonesia, sedangkan Najib dianggap sibuk memasukkan embel-embel politiknya.

“Jokowi takde sibuk pun bagitau dia dari partai mana time buat statement on Jerusalem representing his country. Najib je sibuk bagitau dia Presiden UMNO,” geramnya.

Rasa iri warga Malaysia atas Indonesia yang memiliki Jokow ini juga disampaikan @imfsea_aruna. Baginya, Presiden Jokowi tegas memposisikan diri sebagai kepala negara. Tidak seperti Najib yang bersikap layaknya seorang politikus.
“President Jokowi of Indonesia is a statesman and Prime Minister Najib of Malaysia is merely a politician,” cuitnya. “agreee,” timpal @paminzr.

Ada juga yang menyarankan agar rakyat Malaysia tidak dipusingkan soal siapa terbaik antara Jokowi, dan Najib. Menurutnya, kedua pemimpin negara itu intinya sama-sama menolak Israel. Baiknya, jika dua tokoh itu didukung dan terus dikontrol maka hasilnya akan baik.

“Maaf tuan, tapi saya rasa dua-dua statement pun sama membantah Israel. Tak perasan pulak kalau Jokowi atau Najib ada bagi statement menyokong usul Trump. Sebelum umat Islam bersatu hapuskan yang diluar tu, better bersatu hapuskan batu api macam tuan n,” cuit @1Obefiend

Akun @ferrymatias berkelakar, perbedaan kedua kepala negara ini terletak dari penggunaan bahasa karena beda negara. ”Bedanya jelas: Jokowi menggunakan bahasa Indonesia yg baik & benar. Sedangkan Najib menggunakan bahasa Malaysia yang juga baik & benar,” cuitnya. “Memang besar beza dia. Najib punya retweet lebih banyak daripada Jokowi,” timpal @zaim1811 RM

Check Also

Kasus Mahar Politik. Kalau Nyalla Dapat Tiket, Ceritanya Pasti Tak Begini

Wartaplus. Kasus mahar politik yang terjadi antara La Nyalla Mattalitti dengan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *